alexametrics
23.4 C
Palangkaraya
Friday, August 19, 2022

Mantan Bendahara BUMDes Bersama di Barsel Divonis 2 Tahun Penjara

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Selain Reymoon Fajar Narang, Manajer Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) BERSAMA 24 Desa di Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan yang divonis 1 tahun penjara, mantan Bendahara BUMDes yang sama, Busairi Akbar juga divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palangka Raya.

Namun vonis terhadap Busairi Akbar, lebih tinggi dibanding Reymon Fajar Narang.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp50 juta  dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama  1  bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, Alfon, membacakan putusannya dalam sidang yang digelar, Kamis (20/1/2022).

Serupa dengan Reymon, dalam putusannya, majelis hakim pun memutuskan Busairi Akbar tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Barito Selatan.

Baca Juga :  Lakalantas di Bartim, Bus Terguling, Pengendara Motor Tewas

“Membebaskan terdakwa Busairi Akbar dari dakwaan primair tersebut,” sebut Alfon.

Menurut majelis hakim, terdakwa  terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dalam dakwaan subsidair.

Selain itu, majelis hakim menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp150.169.368 dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar UP tersebut selama satu bulan setelah putusan tersebut, maka harta bendanya akan disita oleh negara untuk mengganti UP tersebut.

“Dan apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun” sebut majelis menyampaikan putusan.

Putusan yang disampaikan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang disampaikan JPU yang menuntut Busairi dengan pidana penjara selama 2  tahun 6 bulan potong masa tahanan, serta membayar denda sebesar Rp50 juta subsidair pidana kurungan selama 3 bulan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp75.234.684 subsidair penjara selama 1 tahun 3 bulan.

Baca Juga :  Warga Kapuas Ini Tak Bisa Mengelak saat Polisi Temukan 5 Gram Sabu di Rumahnya

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Busairi Akbar menerima terhadap putusan tersebut

“Terima yang mulia,” ujar Busairi kepada majelis hakim.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum dari Barito Selatan , Tarung menegaskan bahwa akan menyatakan banding terhadap putusan tersebut. “Kami sebagai Jaksa Penuntut Umum secara tegas menyatakan banding terhadap perkara ini” tegasnya.

“ Tugas kami menjalankan perkara ini selesai dan sidang  saya nyatakan selesai dan sidang ditutup” tutup Majelis Hakim.






Reporter: Hfz

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Selain Reymoon Fajar Narang, Manajer Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) BERSAMA 24 Desa di Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan yang divonis 1 tahun penjara, mantan Bendahara BUMDes yang sama, Busairi Akbar juga divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palangka Raya.

Namun vonis terhadap Busairi Akbar, lebih tinggi dibanding Reymon Fajar Narang.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp50 juta  dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama  1  bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, Alfon, membacakan putusannya dalam sidang yang digelar, Kamis (20/1/2022).

Serupa dengan Reymon, dalam putusannya, majelis hakim pun memutuskan Busairi Akbar tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Barito Selatan.

Baca Juga :  Lansia yang Ditemukan Tewas Mengapung di Rumah yang Kebanjiran, Ternyata

“Membebaskan terdakwa Busairi Akbar dari dakwaan primair tersebut,” sebut Alfon.

Menurut majelis hakim, terdakwa  terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dalam dakwaan subsidair.

Selain itu, majelis hakim menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp150.169.368 dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar UP tersebut selama satu bulan setelah putusan tersebut, maka harta bendanya akan disita oleh negara untuk mengganti UP tersebut.

“Dan apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun” sebut majelis menyampaikan putusan.

Putusan yang disampaikan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang disampaikan JPU yang menuntut Busairi dengan pidana penjara selama 2  tahun 6 bulan potong masa tahanan, serta membayar denda sebesar Rp50 juta subsidair pidana kurungan selama 3 bulan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp75.234.684 subsidair penjara selama 1 tahun 3 bulan.

Baca Juga :  Gugatan Mantan Bendahara Disdik Katingan Lagi-lagi Ditolak

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Busairi Akbar menerima terhadap putusan tersebut

“Terima yang mulia,” ujar Busairi kepada majelis hakim.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum dari Barito Selatan , Tarung menegaskan bahwa akan menyatakan banding terhadap putusan tersebut. “Kami sebagai Jaksa Penuntut Umum secara tegas menyatakan banding terhadap perkara ini” tegasnya.

“ Tugas kami menjalankan perkara ini selesai dan sidang  saya nyatakan selesai dan sidang ditutup” tutup Majelis Hakim.






Reporter: Hfz

Most Read

Artikel Terbaru

Merdeka Kepundungan

Momen HUT RI, Bangkit dari Keterpurukan

Gangguan Kesenangan

/