PROKALTENG.CO-Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur rawan Bukit Akap/Badung, Desa Gantung Pengayuh, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kecelakaan tunggal mobil toyota rush warna hitam ini merenggut tiga korban jiwa.
Peristiwa nahas tersebut terjadi karena mobil minibus itu diduga gagal menaklukkan tanjakan curam. Kondisi jalan yang licin dan tidak rata membuat mobil kehilangan tenaga saat menanjak. Mobil kemudian mundur tanpa kendali hingga berujung kecelakaan fatal.
Akibat kejadian itu, tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya mengalami luka kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasatlantas Polres Seruyan Iptu Subronto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa kecelakaan itu diduga dipicu kendaraan yang tidak mampu melanjutkan tanjakan.
“Mobil diduga kehilangan tenaga saat menanjak di kondisi jalan licin, lalu mundur. Untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan, apakah faktor mesin atau kondisi jalan,” ujarnya.
Tiga korban meninggal dunia masing-masing berinisial IP (laki-laki), HU (laki-laki) dan M (perempuan). Ketiganya diketahui merupakan warga Desa Derawa, Kecamatan Batu Ampar.
Sementara korban selamat yang mengalami luka yakni A (perempuan), RR (laki-laki), dan A (laki-laki). Seluruh penumpang diduga merupakan satu keluarga.
Anggota Polsek Seruyan Tengah bersama Satlantas Polres Seruyan telah turun ke lokasi untuk menanganinya. Sejumlah langkah dilakukan, mulai pengamanan tempat kejadian perkara, olah TKP awal, hingga pengumpulan keterangan saksi.
Informasinya, kecelakaan itu terjadi saat rombongan satu keluarga yang menumpang mobil toyota rush itu baru pulang dari pesta pernikahan. Mereka mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan Bukit Akap (Badung), wilayah Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan.
Peristiwa itu terjadi di ruas jalan Desa Teluk Bayur menuju Gantung Pengayuh. Mobil toyota rush yang ditumpangi rombongan keluarga tersebut dilaporkan tidak mampu menaklukkan tanjakan ekstrem di lokasi kejadian.
Menurut Kapolsek Seruyan Tengah Ipda Martono, rombongan satu keluarga tersebut baru pulang menghadiri undangan pesta pernikahan di Desa Mugi Peyuhu. “Dalam perjalanan pulang, kendaraan tidak kuat menanjak di Bukit Akap yang kondisi jalannya cukup ekstrem dan bergelombang,” katanya kepada awak media, kemarin.
Ketika sudah berada di tengah tanjakan, mobil diduga mengalami mati mesin. Kondisi tersebut membuat pengemudi panik hingga mobil mundur dan tak mampu dikendalikan sopir. “Mobil sempat mati mesin di tengah tanjakan, lalu meluncur ke bawah dan terperosok ke sisi jalan hingga masuk sungai,” tambahnya.
Ada pun video berdurasi 1 menit 28 detik yang beredar di masyarakat memperlihatkan mobil rush warna hitam dalam posisi miring di dasar parit dengan bagian depan mengalami kerusakan cukup parah.
Polisi langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, serta mengumpulkan keterangan saksi.
Proses evakuasi kendaraan berlangsung dramatis karena mobil terperosok dalam parit berlumpur dan harus ditarik menggunakan ekskavator.
Salah satu korban tewas dikabarkan merupakan mantan kepala desa. Yaitu Ipiu Pangkong yang merupakan mantan Kepala Desa Derawa yang juga merupakan sopir mobil nahas tersebut.
Selain itu, Murniati yang merupakan istri Ipiu Pangkong dan seorang penumpang bernama Heri juga dikabarkan tewas di lokasi kejadian. Sementara tiga penumpang lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka. Ketiganya adalah Ahok, Rizki Rahmadani dan Astuti, yang saat ini telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko di jalur ekstrem seperti Bukit Akap. Terutama saat kondisi jalan licin. Pengendara diimbau untuk selalu berhati-hati dan memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintasi medan berat. (yad/ens/kpg)


