27.6 C
Jakarta
Tuesday, March 10, 2026

Pencarian Orang Hilang di Sungai Kinipan Belum Ada Hasil, Tim Perluas Radius Lokasi

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Upaya pencarian hari pertama terhadap seorang pemancing asal Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, yang dilaporkan hilang di aliran sungai Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, masih belum membuahkan hasil.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, Basarnas, instansi terkait, serta masyarakat setempat terus menyisir lokasi sejak pagi, Senin (9/3/2026) kemarin. Namun sayangnya, keberadaan korban hingga kini masih juga misterius.

Proses pencarian di lapangan dipantau langsung oleh pihak keluarga korban yang merasa cemas. Korban diketahui bernama Ruswandi (51), seorang warga RT 26 Sei Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Pihak keluarga terus mendampingi tim di lokasi kejadian dengan harapan pria paruh baya tersebut dapat segera ditemukan.

Peristiwa nahas ini, diinformasikan sebelumnya terjadi pada Minggu (8/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Kejadian bermula saat korban bersama rekannya, Toto tengah melakukan aktivitas memancing dengan menggunakan perahu kecil. Namun, suasana yang semula tenang berubah mencekam ketika perahu yang mereka tumpangi memasuki kawasan riam atau arus deras yang dikenal cukup berbahaya di wilayah sungai tersebut.

Baca Juga :  JPU: Terdakwa Menyesal Adalah Bukti Telah Melakukan Korupsi

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, perahu yang ditumpangi kedua pemancing tersebut diduga mengalami kendala teknis saat melintasi arus kuat. Hal ini menyebabkan perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dan menghempaskan kedua pria tersebut ke dalam air. Meski rekannya, Toto berhasil menyelamatkan diri, Ruswandi dinyatakan hilang setelah terseret arus sungai yang cukup kencang.

Upaya pencarian yang dilakukan sejak Senin (9/3) pagi  itu pun menghadapi tantangan berat. Selain arus sungai yang deras, kondisi dasar sungai yang berbatu juga menyulitkan pergerakan tim penyelamat. Petugas telah berupaya menyisir titik awal jatuhnya korban hingga ke beberapa meter ke arah hilir, namun tanda-tanda keberadaan korban belum juga terlihat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel menuturkan bahwa proses pencarian pada hari Senin terpaksa dihentikan sementara pada pukul 16.43 WIB. Keputusan ini diambil mengingat kondisi cuaca di lokasi yang memburuk, ditandai dengan turunnya hujan deras serta angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan tim di lapangan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Cari Putra-Putri Terbaik, Pemilihan Bujang Dara Lamandau 2025 Resmi Dibuka!

“Kemarin kita seharian melakukan pencarian namun korban belum ditemukan atau masih nihil. Kami terkendala cuaca buruk berupa hujan deras, serta arus sungai yang sangat deras dan berbatu,” ujar Hendikel saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Ia menegaskan bahwa faktor alam menjadi hambatan utama dalam operasi SAR kali ini. Lanjut Hendikel, hari Selasa ini, tim gabungan kembali melanjutkan pencarian hari kedua dengan strategi baru.

“Rencananya, peta lokasi pencarian akan diperluas lebih jauh dari titik awal kejadian. Saya berharap dengan penambahan personel dan perluasan radius penyisiran, upaya tim gabungan dapat segera membuahkan hasil dan korban bisa segera ditemukan,” tandasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Upaya pencarian hari pertama terhadap seorang pemancing asal Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, yang dilaporkan hilang di aliran sungai Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, masih belum membuahkan hasil.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, Basarnas, instansi terkait, serta masyarakat setempat terus menyisir lokasi sejak pagi, Senin (9/3/2026) kemarin. Namun sayangnya, keberadaan korban hingga kini masih juga misterius.

Proses pencarian di lapangan dipantau langsung oleh pihak keluarga korban yang merasa cemas. Korban diketahui bernama Ruswandi (51), seorang warga RT 26 Sei Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Pihak keluarga terus mendampingi tim di lokasi kejadian dengan harapan pria paruh baya tersebut dapat segera ditemukan.

Electronic money exchangers listing

Peristiwa nahas ini, diinformasikan sebelumnya terjadi pada Minggu (8/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Kejadian bermula saat korban bersama rekannya, Toto tengah melakukan aktivitas memancing dengan menggunakan perahu kecil. Namun, suasana yang semula tenang berubah mencekam ketika perahu yang mereka tumpangi memasuki kawasan riam atau arus deras yang dikenal cukup berbahaya di wilayah sungai tersebut.

Baca Juga :  JPU: Terdakwa Menyesal Adalah Bukti Telah Melakukan Korupsi

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, perahu yang ditumpangi kedua pemancing tersebut diduga mengalami kendala teknis saat melintasi arus kuat. Hal ini menyebabkan perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dan menghempaskan kedua pria tersebut ke dalam air. Meski rekannya, Toto berhasil menyelamatkan diri, Ruswandi dinyatakan hilang setelah terseret arus sungai yang cukup kencang.

Upaya pencarian yang dilakukan sejak Senin (9/3) pagi  itu pun menghadapi tantangan berat. Selain arus sungai yang deras, kondisi dasar sungai yang berbatu juga menyulitkan pergerakan tim penyelamat. Petugas telah berupaya menyisir titik awal jatuhnya korban hingga ke beberapa meter ke arah hilir, namun tanda-tanda keberadaan korban belum juga terlihat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel menuturkan bahwa proses pencarian pada hari Senin terpaksa dihentikan sementara pada pukul 16.43 WIB. Keputusan ini diambil mengingat kondisi cuaca di lokasi yang memburuk, ditandai dengan turunnya hujan deras serta angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan tim di lapangan.

Baca Juga :  Cari Putra-Putri Terbaik, Pemilihan Bujang Dara Lamandau 2025 Resmi Dibuka!

“Kemarin kita seharian melakukan pencarian namun korban belum ditemukan atau masih nihil. Kami terkendala cuaca buruk berupa hujan deras, serta arus sungai yang sangat deras dan berbatu,” ujar Hendikel saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Ia menegaskan bahwa faktor alam menjadi hambatan utama dalam operasi SAR kali ini. Lanjut Hendikel, hari Selasa ini, tim gabungan kembali melanjutkan pencarian hari kedua dengan strategi baru.

“Rencananya, peta lokasi pencarian akan diperluas lebih jauh dari titik awal kejadian. Saya berharap dengan penambahan personel dan perluasan radius penyisiran, upaya tim gabungan dapat segera membuahkan hasil dan korban bisa segera ditemukan,” tandasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru