PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Misteri penemuan jenazah pria tanpa identitas (Mr. X) dengan kondisi kepala terpisah dari tubuh di kawasan Jalan Mahir Mahar Km 1, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, mulai menemui titik terang. Polisi menduga kepala korban terpisah akibat aktivitas hewan liar setelah jasad mengalami pembusukan. Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil visum et repertum.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kapolsek Sabangau Iptu Agung Setiyanto menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi kejadian, tubuh korban memang ditemukan tanpa kepala. Tim kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan bagian kepala sekitar 10 meter dari posisi tubuh korban.
“Ketika olah TKP, kepala korban memang tidak berada di tubuh. Setelah dilakukan pencarian, bagian kepala ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi jenazah,” ujar Agung saat ditemui pada Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga kepala korban terpisah bukan karena dipotong, melainkan akibat aktivitas hewan liar, seperti biawak, mengingat kondisi jenazah saat ditemukan sudah membusuk.
“Untuk dugaan sementara, kepala terpisah diduga akibat aktivitas hewan liar di kawasan tersebut. Namun, kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil visum,” jelasnya.
Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui. Polisi juga belum memperoleh informasi yang mengarah pada identitas korban maupun keluarganya.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri korban agar segera melapor ke Polsek Sabangau atau Polresta Palangka Raya untuk membantu proses identifikasi,” katanya.
Karena tidak ada keluarga yang mengambil jenazah, korban telah dimakamkan oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya sehari setelah ditemukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Km 12.
Polisi menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban serta memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil visum et repertum. (jef)


