Remaja 19 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian C di Sampit

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Seorang remaja berusia 19 tahun di Sampit ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas galian C di Jalan HM Arsyad KM 31, Desa Bagendang Permai, Jumat (1/5/2026) sore.

Peristiwa ini terjadi saat korban tengah beraktivitas bersama teman-temannya.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyebut korban merupakan siswa SMA dan anak bungsu dari dua bersaudara.

“Informasinya anak itu masih SMA, usia sekitar 19 tahunan. Dia anak bungsu dari dua bersaudara,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat korban berlari sore bersama rekannya menuju kawasan sekitar PDAM Sungai Lepeh. Lokasi tersebut merupakan area bekas galian C yang sudah lama tidak digunakan dan berubah menjadi kolam.

Baca Juga :  Buat Video Asusila dan Viral di Bali, Kreator Konten Asal Perancis Terancam 16 Tahun Penjara

“Dia lari sore dengan teman-temannya, lalu bercebur ke kolam. Itu bekas galian C, sudah lama tidak dipakai orang,” katanya.

Korban tidak lagi muncul ke permukaan. Kondisi itu membuat teman-temannya panik karena tidak mengetahui posisi korban di dalam air.

Electronic money exchangers listing

“Setelah menyelam itu langsung tidak muncul. Teman-temannya bingung mau menyelamatkan,” ucapnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban sempat menolak ajakan berenang. Namun tak lama kemudian justru ikut masuk ke air sebelum akhirnya tenggelam.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh rekan korban dengan cara menyelam hingga akhirnya tubuh korban berhasil ditemukan.

Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB.

Baca Juga :  Tersangka Kampung Narkoba Helena Ditangkap, Perputaran Uang Bandar Capai Rp1,1 Triliun

Kolam tersebut diketahui memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter dan tidak dilengkapi tanda peringatan.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Rencananya, korban dimakamkan setelah menunggu kedatangan salah satu anggota keluarga dari luar daerah.

“Hari ini mau dimakamkan, tinggal menunggu saudaranya dari Kalbar,” tuturnya. (mif/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Seorang remaja berusia 19 tahun di Sampit ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas galian C di Jalan HM Arsyad KM 31, Desa Bagendang Permai, Jumat (1/5/2026) sore.

Peristiwa ini terjadi saat korban tengah beraktivitas bersama teman-temannya.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyebut korban merupakan siswa SMA dan anak bungsu dari dua bersaudara.

Electronic money exchangers listing

“Informasinya anak itu masih SMA, usia sekitar 19 tahunan. Dia anak bungsu dari dua bersaudara,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat korban berlari sore bersama rekannya menuju kawasan sekitar PDAM Sungai Lepeh. Lokasi tersebut merupakan area bekas galian C yang sudah lama tidak digunakan dan berubah menjadi kolam.

Baca Juga :  Buat Video Asusila dan Viral di Bali, Kreator Konten Asal Perancis Terancam 16 Tahun Penjara

“Dia lari sore dengan teman-temannya, lalu bercebur ke kolam. Itu bekas galian C, sudah lama tidak dipakai orang,” katanya.

Korban tidak lagi muncul ke permukaan. Kondisi itu membuat teman-temannya panik karena tidak mengetahui posisi korban di dalam air.

“Setelah menyelam itu langsung tidak muncul. Teman-temannya bingung mau menyelamatkan,” ucapnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban sempat menolak ajakan berenang. Namun tak lama kemudian justru ikut masuk ke air sebelum akhirnya tenggelam.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh rekan korban dengan cara menyelam hingga akhirnya tubuh korban berhasil ditemukan.

Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB.

Baca Juga :  Tersangka Kampung Narkoba Helena Ditangkap, Perputaran Uang Bandar Capai Rp1,1 Triliun

Kolam tersebut diketahui memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter dan tidak dilengkapi tanda peringatan.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Rencananya, korban dimakamkan setelah menunggu kedatangan salah satu anggota keluarga dari luar daerah.

“Hari ini mau dimakamkan, tinggal menunggu saudaranya dari Kalbar,” tuturnya. (mif/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru