Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga mengkritisi implementasi kebijakan hilirisasi yang selama ini menjadi salah satu agenda utama pembangunan nasional. Menurutnya, manfaat dari kebijakan tersebut belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Ia bahkan menyebut pelaksanaan hilirisasi saat ini lebih banyak menguntungkan kelompok tertentu.
“Kebijakan hilirisasi yang ternyata hanya menguntungkan suatu oligarki,” tegas Hasto.
Lebih jauh, Hasto menilai persoalan yang dihadapi bangsa tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi atau fiskal. Ia menyebut terdapat persoalan yang lebih luas, mulai dari sistem hukum, sistem politik, hingga kualitas demokrasi.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut pada akhirnya akan menjadi perhatian dan penilaian publik terhadap arah pembangunan nasional.
“Ini yang kemudian digugat, ini kerusakan-kerusakan sistem hukum, sistem politik, sistem demokrasi. Itu pasti nanti rakyat akan bertanya,” tutup Hasto.
Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga mengkritisi implementasi kebijakan hilirisasi yang selama ini menjadi salah satu agenda utama pembangunan nasional. Menurutnya, manfaat dari kebijakan tersebut belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Ia bahkan menyebut pelaksanaan hilirisasi saat ini lebih banyak menguntungkan kelompok tertentu.
“Kebijakan hilirisasi yang ternyata hanya menguntungkan suatu oligarki,” tegas Hasto.
Lebih jauh, Hasto menilai persoalan yang dihadapi bangsa tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi atau fiskal. Ia menyebut terdapat persoalan yang lebih luas, mulai dari sistem hukum, sistem politik, hingga kualitas demokrasi.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut pada akhirnya akan menjadi perhatian dan penilaian publik terhadap arah pembangunan nasional.
“Ini yang kemudian digugat, ini kerusakan-kerusakan sistem hukum, sistem politik, sistem demokrasi. Itu pasti nanti rakyat akan bertanya,” tutup Hasto.