Pemerintahan Prabowo Hadapi Beban Fiskal, Hasto Justru Salahkan Jokowi

PROKALTENG.CO-Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menilai tantangan fiskal yang kini dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak bisa dilepaskan dari berbagai kebijakan yang dijalankan pada periode pemerintahan sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Masjid At-Taufiq, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026), dan kembali menjadi sorotan setelah dikutip pada Selasa (16/6/2026).

Menurut Hasto, kondisi keuangan negara yang dihadapi pemerintahan saat ini merupakan akumulasi dari berbagai kebijakan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, ia menilai tidak tepat jika seluruh tekanan fiskal dibebankan kepada pemerintahan Prabowo.

Hasto mengatakan Presiden Prabowo kini berada dalam situasi yang cukup berat karena harus mengelola berbagai persoalan anggaran negara di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.

Baca Juga :  Rangkul Generasi Muda, Agustiar Bertekad Jaga Eksistensi Budaya Dayak di Tengah Arus Globalisasi

“Ya tapi kita melihat, sekarang Presiden Prabowo menghadapi berbagai persoalan fiskal,” ujar Hasto.

Namun, ia menegaskan bahwa situasi tersebut bukan semata-mata lahir dari kebijakan pemerintahan saat ini.

“Itu bukan karena dari Presiden Prabowo, tapi juga akibat-akibat dari kebijakan sebelumnya,” lanjutnya.

Electronic money exchangers listing

Salah satu hal yang menjadi sorotan Hasto adalah besarnya alokasi belanja bantuan sosial (bansos) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, anggaran bansos yang sangat besar saat itu digunakan untuk kepentingan elektoral dan berdampak terhadap kondisi fiskal negara saat ini.

PROKALTENG.CO-Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menilai tantangan fiskal yang kini dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak bisa dilepaskan dari berbagai kebijakan yang dijalankan pada periode pemerintahan sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Masjid At-Taufiq, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026), dan kembali menjadi sorotan setelah dikutip pada Selasa (16/6/2026).

Menurut Hasto, kondisi keuangan negara yang dihadapi pemerintahan saat ini merupakan akumulasi dari berbagai kebijakan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, ia menilai tidak tepat jika seluruh tekanan fiskal dibebankan kepada pemerintahan Prabowo.

Electronic money exchangers listing

Hasto mengatakan Presiden Prabowo kini berada dalam situasi yang cukup berat karena harus mengelola berbagai persoalan anggaran negara di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.

Baca Juga :  Rangkul Generasi Muda, Agustiar Bertekad Jaga Eksistensi Budaya Dayak di Tengah Arus Globalisasi

“Ya tapi kita melihat, sekarang Presiden Prabowo menghadapi berbagai persoalan fiskal,” ujar Hasto.

Namun, ia menegaskan bahwa situasi tersebut bukan semata-mata lahir dari kebijakan pemerintahan saat ini.

“Itu bukan karena dari Presiden Prabowo, tapi juga akibat-akibat dari kebijakan sebelumnya,” lanjutnya.

Salah satu hal yang menjadi sorotan Hasto adalah besarnya alokasi belanja bantuan sosial (bansos) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, anggaran bansos yang sangat besar saat itu digunakan untuk kepentingan elektoral dan berdampak terhadap kondisi fiskal negara saat ini.

Terpopuler

Artikel Terbaru