29.2 C
Jakarta
Wednesday, May 29, 2024
spot_img

Siap Panen Raya, Kalteng Hasilkan 139 Ton Gabah

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO-Bulan Maret-April dijadwalkan panen raya padi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebagian besar tanaman padi di lahan pertanian warga Kalteng sudah mulai dipanen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti mengatakan, hingga Maret ini Kalteng sudah memproduksi 139 ribu ton gabah. Apabila dikonversikan ke beras, diperkirakan sebanyak 83,416 ribu ton. Namun belum semua tanaman padi sudah bisa dipanen. Lahan pertanian yang sedang dipanen saat ini salah satunya di areal pengembangan food estate Desa Belanti Siam, Pulang Pisau (Pulpis).

Sementara tanaman padi yang ada di lahan pertanian Desa Gadabung, Kapuas baru akan dipanen April nanti. “Panen belum semuanya, salah satu lahan yang panen saat ini di daerah Desa Belanti Siam, April nanti akan ada panen di Desa Gadabung,” bebernya, Selasa (28/3).

Sunarti mengatakan, dengan adanya panen raya padi pada Maret dan April bisa menjamin stok beras untuk Kalteng. Apalagi saat ini hampir semua provinsi mengalami peningkatan permintaan beras, termasuk Kalteng.

Baca Juga :  Gubernur Serahkan Bansos Korban Kebakaran di Kotim dan Seruyan

“Untuk di Kalteng khususnya Kota Palangka Raya frekuensi permintaan beras pera lokal memang cukup tinggi, sedangkan stoknya kurang, sehingga menyebabkan terjadinya inflasi beras,” ucapnya.

Kekurangan stok beras pera ini disebabkan terjadinya gagal panen di Provinsi Kalsel tahun lalu karena terserang hama tungro. Saat itu, beberapa lahan pertanian padi di wilayah perbatasan Kalteng juga terdampak hama ini, dengan luas 5.000 hektare (ha).

“Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui dinas ketahanan pangan dan Bulog bekerja sama dengan Kabupaten Subang untuk menyuplai beras pera ke Kalteng,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Sunarti, Dinas TPHP Kalteng juga tengah mengembangkan padi IR42 yang menghasilkan beras pera di lahan pertanian seluas 400 hektare. Upaya ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan beras pera di Kalteng.

“Beras lokal jenis pera ini memang usia tanamnya cukup panjang, yakni sekitar delapan bulan,” sebutnya.

Baca Juga :  Tengki Dimodifikasi, Mobil Pelangsir Pertalite Diamankan Petugas Gabungan

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Kalteng Sony Supriyadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyerapan beras di Belanti Siam. Namun karena saat ini panen belum merata, maka sejauh ini beras yang sudah diserap sekitar 20 ton. Di Pagatan juga terserap 20 ton dan akan menyusul lagi 16 ton.

“Menurut saya, hingga saat ini persediaan beras Kalteng cukup aman, hanya perlu tambahan stok untuk memperkuat cadangan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Kota Palangka Raya Sitorus mengatakan saat ini harga beras merek Mayang yang merupakan beras lokal jenis pera mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp16 ribu/kg menjadi Rp25 ribu/kg.

“Saya cek ke Kalsel, karena gagal panen tahun lalu, maka untuk bulan-bulan ini beras pera belum bisa dipanen, mudah-mudahan Agustus nanti berhasil panen sehingga bisa menekan kenaikan harga beras pera di Kalteng,” tutupnya. (abw/ce/ala/kpg/hnd)

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO-Bulan Maret-April dijadwalkan panen raya padi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebagian besar tanaman padi di lahan pertanian warga Kalteng sudah mulai dipanen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti mengatakan, hingga Maret ini Kalteng sudah memproduksi 139 ribu ton gabah. Apabila dikonversikan ke beras, diperkirakan sebanyak 83,416 ribu ton. Namun belum semua tanaman padi sudah bisa dipanen. Lahan pertanian yang sedang dipanen saat ini salah satunya di areal pengembangan food estate Desa Belanti Siam, Pulang Pisau (Pulpis).

Sementara tanaman padi yang ada di lahan pertanian Desa Gadabung, Kapuas baru akan dipanen April nanti. “Panen belum semuanya, salah satu lahan yang panen saat ini di daerah Desa Belanti Siam, April nanti akan ada panen di Desa Gadabung,” bebernya, Selasa (28/3).

Sunarti mengatakan, dengan adanya panen raya padi pada Maret dan April bisa menjamin stok beras untuk Kalteng. Apalagi saat ini hampir semua provinsi mengalami peningkatan permintaan beras, termasuk Kalteng.

Baca Juga :  Gubernur Serahkan Bansos Korban Kebakaran di Kotim dan Seruyan

“Untuk di Kalteng khususnya Kota Palangka Raya frekuensi permintaan beras pera lokal memang cukup tinggi, sedangkan stoknya kurang, sehingga menyebabkan terjadinya inflasi beras,” ucapnya.

Kekurangan stok beras pera ini disebabkan terjadinya gagal panen di Provinsi Kalsel tahun lalu karena terserang hama tungro. Saat itu, beberapa lahan pertanian padi di wilayah perbatasan Kalteng juga terdampak hama ini, dengan luas 5.000 hektare (ha).

“Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui dinas ketahanan pangan dan Bulog bekerja sama dengan Kabupaten Subang untuk menyuplai beras pera ke Kalteng,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Sunarti, Dinas TPHP Kalteng juga tengah mengembangkan padi IR42 yang menghasilkan beras pera di lahan pertanian seluas 400 hektare. Upaya ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan beras pera di Kalteng.

“Beras lokal jenis pera ini memang usia tanamnya cukup panjang, yakni sekitar delapan bulan,” sebutnya.

Baca Juga :  Tengki Dimodifikasi, Mobil Pelangsir Pertalite Diamankan Petugas Gabungan

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Kalteng Sony Supriyadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyerapan beras di Belanti Siam. Namun karena saat ini panen belum merata, maka sejauh ini beras yang sudah diserap sekitar 20 ton. Di Pagatan juga terserap 20 ton dan akan menyusul lagi 16 ton.

“Menurut saya, hingga saat ini persediaan beras Kalteng cukup aman, hanya perlu tambahan stok untuk memperkuat cadangan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Kota Palangka Raya Sitorus mengatakan saat ini harga beras merek Mayang yang merupakan beras lokal jenis pera mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp16 ribu/kg menjadi Rp25 ribu/kg.

“Saya cek ke Kalsel, karena gagal panen tahun lalu, maka untuk bulan-bulan ini beras pera belum bisa dipanen, mudah-mudahan Agustus nanti berhasil panen sehingga bisa menekan kenaikan harga beras pera di Kalteng,” tutupnya. (abw/ce/ala/kpg/hnd)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru