Sungai Barito Menyerupai Pantai, Bupati Shalahuddin Kenang Masa Kecil di Gosong

PROKALTENG.CO – Debit Sungai Barito di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, surut drastis hingga sekitar 0,6 meter akibat musim kemarau.

Kondisi ini memunculkan hamparan pasir atau Gosong yang menjadi daya tarik baru dan ramai dikunjungi warga.

Kondisi tersebut turut ditinjau langsung Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala perangkat daerah, Senin (24/8/2026).

Peninjauan dilakukan di kawasan tepian Sungai Barito sekitar Pasar Pendopo, yang berubah menjadi hamparan pasir luas akibat debit sungai menyusut drastis selama musim kemarau.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian air Sungai Barito di Muara Teweh berada pada level sekitar 0,6 meter. Angka tersebut jauh di bawah kondisi normal yang berkisar antara 5 hingga 11,5 meter.

Baca Juga :  Di Tengah Asap dan Perlambatan, Ekonomi Kalteng Perlu Mesin Pertumbuhan Baru

Kondisi ekstrem tersebut membuat kawasan tepian sungai tampak menyerupai pantai di tengah kota.

Warga pun memanfaatkannya sebagai tempat bersantai, menikmati pemandangan, hingga mengabadikan momen bersama keluarga.

Electronic money exchangers listing

Bupati Nostalgia Masa Kecil di Gosong

Di sela peninjauan, Bupati Shalahuddin menyempatkan diri menyapa warga yang berada di kawasan Gosong. Fenomena tersebut ternyata membangkitkan kenangan masa kecilnya.

Shalahuddin mengaku memiliki kenangan mendalam dengan kawasan tersebut sejak sekitar 40 tahun lalu.

“Dulu, 40 tahun silam, tempat ini adalah saksi bisu masa kecil saya. Siapa sangka, fenomena alam akibat kemarau ini justru menghadirkan lanskap unik menyerupai pantai yang sering disebut ‘Gosong’ oleh warga sekitar,” ujar Shalahuddin.

Baca Juga :  Batara Tegaskan Produksi Pangan dan Perikanan Harus Berkelanjutan

Suasana kawasan tersebut semakin semarak menjelang sore. Warga berdatangan untuk bersantai dan menikmati panorama Sungai Barito yang tidak biasa. Alunan musik dari sekitar kawasan Pasar Pendopo juga menambah suasana akrab di lokasi.

PROKALTENG.CO – Debit Sungai Barito di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, surut drastis hingga sekitar 0,6 meter akibat musim kemarau.

Kondisi ini memunculkan hamparan pasir atau Gosong yang menjadi daya tarik baru dan ramai dikunjungi warga.

Kondisi tersebut turut ditinjau langsung Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala perangkat daerah, Senin (24/8/2026).

Electronic money exchangers listing

Peninjauan dilakukan di kawasan tepian Sungai Barito sekitar Pasar Pendopo, yang berubah menjadi hamparan pasir luas akibat debit sungai menyusut drastis selama musim kemarau.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian air Sungai Barito di Muara Teweh berada pada level sekitar 0,6 meter. Angka tersebut jauh di bawah kondisi normal yang berkisar antara 5 hingga 11,5 meter.

Baca Juga :  Di Tengah Asap dan Perlambatan, Ekonomi Kalteng Perlu Mesin Pertumbuhan Baru

Kondisi ekstrem tersebut membuat kawasan tepian sungai tampak menyerupai pantai di tengah kota.

Warga pun memanfaatkannya sebagai tempat bersantai, menikmati pemandangan, hingga mengabadikan momen bersama keluarga.

Bupati Nostalgia Masa Kecil di Gosong

Di sela peninjauan, Bupati Shalahuddin menyempatkan diri menyapa warga yang berada di kawasan Gosong. Fenomena tersebut ternyata membangkitkan kenangan masa kecilnya.

Shalahuddin mengaku memiliki kenangan mendalam dengan kawasan tersebut sejak sekitar 40 tahun lalu.

“Dulu, 40 tahun silam, tempat ini adalah saksi bisu masa kecil saya. Siapa sangka, fenomena alam akibat kemarau ini justru menghadirkan lanskap unik menyerupai pantai yang sering disebut ‘Gosong’ oleh warga sekitar,” ujar Shalahuddin.

Baca Juga :  Batara Tegaskan Produksi Pangan dan Perikanan Harus Berkelanjutan

Suasana kawasan tersebut semakin semarak menjelang sore. Warga berdatangan untuk bersantai dan menikmati panorama Sungai Barito yang tidak biasa. Alunan musik dari sekitar kawasan Pasar Pendopo juga menambah suasana akrab di lokasi.

Terpopuler

Artikel Terbaru