Program ini juga mencakup santunan kematian, di mana masyarakat diimbau untuk proaktif berkoordinasi dengan aparatur desa, seperti lurah atau kades, sebagai ujung tombak pendataan.
Terkait penanganan karhutla, secara keseluruhan Pemprov Kalteng menargetkan penyaluran bantuan pangan kepada sekitar 450 ribu hingga 490 ribu warga yang terdampak langsung.
Suplai air bersih juga terus dikirimkan ke desa-desa yang mengalami kekeringan, asalkan wilayah tersebut memiliki akses jalan yang memadai untuk dilalui kendaraan pengangkut.
Dalam proses pendistribusiannya, Agustiar tidak menampik adanya tantangan logistik akibat luasnya geografis provinsi.
“Kadang-kadang di Kalteng sangat luas, tidak seperti daerah lain. Ada kendala kami kadang-kadang mengantar. Tapi sampai hari ini, semenjak ditetapkan tanggap darurat, kurang lebih 2,5 juta (logistik) sudah tersalurkan. Sampai kapanpun menyangkut masalah karhutla, pastikan ini akan terus ditangani,” ungkapnya.
Mengakhiri pernyataannya, Gubernur Agustiar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong di tengah bencana kemarau.
“Kita ingin memastikan masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Pemerintah hadir untuk membantu kebutuhan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga Kalteng dan membangun daerah ini agar masyarakatnya semakin sejahtera dan makmur,” pungkasnya.
Sebelumnya, bantuan serupa juga telah disalurkan secara masif di berbagai titik, di antaranya wilayah Sei Gohong dan Kelurahan Petuk Ketimpun, hingga menyasar kalangan mahasiswa serta pekerja outsourcing. (her)
Program ini juga mencakup santunan kematian, di mana masyarakat diimbau untuk proaktif berkoordinasi dengan aparatur desa, seperti lurah atau kades, sebagai ujung tombak pendataan.
Terkait penanganan karhutla, secara keseluruhan Pemprov Kalteng menargetkan penyaluran bantuan pangan kepada sekitar 450 ribu hingga 490 ribu warga yang terdampak langsung.
Suplai air bersih juga terus dikirimkan ke desa-desa yang mengalami kekeringan, asalkan wilayah tersebut memiliki akses jalan yang memadai untuk dilalui kendaraan pengangkut.
Dalam proses pendistribusiannya, Agustiar tidak menampik adanya tantangan logistik akibat luasnya geografis provinsi.
“Kadang-kadang di Kalteng sangat luas, tidak seperti daerah lain. Ada kendala kami kadang-kadang mengantar. Tapi sampai hari ini, semenjak ditetapkan tanggap darurat, kurang lebih 2,5 juta (logistik) sudah tersalurkan. Sampai kapanpun menyangkut masalah karhutla, pastikan ini akan terus ditangani,” ungkapnya.
Mengakhiri pernyataannya, Gubernur Agustiar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong di tengah bencana kemarau.
“Kita ingin memastikan masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Pemerintah hadir untuk membantu kebutuhan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga Kalteng dan membangun daerah ini agar masyarakatnya semakin sejahtera dan makmur,” pungkasnya.
Sebelumnya, bantuan serupa juga telah disalurkan secara masif di berbagai titik, di antaranya wilayah Sei Gohong dan Kelurahan Petuk Ketimpun, hingga menyasar kalangan mahasiswa serta pekerja outsourcing. (her)