Evaluasi Dampak Kalteng Expo terhadap Perekonomian UMKM Jadi Fokus Pemprov Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan berbagai kegiatan ekonomi, termasuk Kalteng Expo. Hal itu guna mengukur dampaknya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko mengatakan, evaluasi tersebut penting dilakukan agar kegiatan yang dilaksanakan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Apabila suatu kegiatan tidak memberikan dampak yang nyata, maka perlu dilakukan evaluasi agar pelaksanaannya tidak sekadar menjadi laporan administratif semata,” kata Yuas saat menyampaikan arahan pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Ruang Rapat Bajakah Lantai II, Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA Milono, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Yuas menyebut inflasi Kalimantan Tengah saat ini berada pada angka 3,66 persen dan menempati urutan ketujuh. Sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di antaranya cabai rawit, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, dan bawang putih.

Baca Juga :  Pj Sekda Kalteng: Penurunan Stunting Sudah Terjadi, Tapi Belum Cukup

“Inflasi Kalimantan Tengah saat ini berada pada angka 3,66 persen. Beberapa komoditas yang turut memengaruhi kondisi tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, serta bawang putih,” ujarnya.

Selain inflasi, Yuas juga menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang masih berada pada tiga besar terendah dengan capaian 3,79 persen. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya mendorong peningkatan aktivitas ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam tiga besar terendah, yaitu sebesar 3,79 persen. Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Yuas juga mendorong kolaborasi lintas instansi, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia (BI), untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus mengukur dampak berbagai event ekonomi terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Strategi Terpadu Diterapkan untuk Selamatkan Laut Kalteng

“Perlu dilakukan survei untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan, termasuk Kalteng Expo, mampu memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, dia menilai keberpihakan terhadap UMKM perlu terus diperkuat, termasuk mendorong peningkatan jumlah pelaku usaha yang memiliki sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan daya saing ekonomi daerah.

“Perhatian terhadap penguatan UMKM perlu terus ditingkatkan, termasuk mendorong semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan berbagai kegiatan ekonomi, termasuk Kalteng Expo. Hal itu guna mengukur dampaknya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko mengatakan, evaluasi tersebut penting dilakukan agar kegiatan yang dilaksanakan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Apabila suatu kegiatan tidak memberikan dampak yang nyata, maka perlu dilakukan evaluasi agar pelaksanaannya tidak sekadar menjadi laporan administratif semata,” kata Yuas saat menyampaikan arahan pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Ruang Rapat Bajakah Lantai II, Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA Milono, Senin (18/5/2026).

Electronic money exchangers listing

Dalam kesempatan itu, Yuas menyebut inflasi Kalimantan Tengah saat ini berada pada angka 3,66 persen dan menempati urutan ketujuh. Sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di antaranya cabai rawit, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, dan bawang putih.

Baca Juga :  Pj Sekda Kalteng: Penurunan Stunting Sudah Terjadi, Tapi Belum Cukup

“Inflasi Kalimantan Tengah saat ini berada pada angka 3,66 persen. Beberapa komoditas yang turut memengaruhi kondisi tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, serta bawang putih,” ujarnya.

Selain inflasi, Yuas juga menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang masih berada pada tiga besar terendah dengan capaian 3,79 persen. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya mendorong peningkatan aktivitas ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam tiga besar terendah, yaitu sebesar 3,79 persen. Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah,” katanya.

Yuas juga mendorong kolaborasi lintas instansi, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia (BI), untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus mengukur dampak berbagai event ekonomi terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Strategi Terpadu Diterapkan untuk Selamatkan Laut Kalteng

“Perlu dilakukan survei untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan, termasuk Kalteng Expo, mampu memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, dia menilai keberpihakan terhadap UMKM perlu terus diperkuat, termasuk mendorong peningkatan jumlah pelaku usaha yang memiliki sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan daya saing ekonomi daerah.

“Perhatian terhadap penguatan UMKM perlu terus ditingkatkan, termasuk mendorong semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru