PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bergerak cepat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau 2026.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran memastikan status Siaga Darurat Karhutla akan ditetapkan lebih awal sebagai langkah antisipasi dampak ekologis yang lebih luas.
Keputusan penetapan siaga darurat karhutla ini diambil menyusul prediksi musim kemarau ekstrem yang berpotensi melanda Kalteng. Pemprov menegaskan tak ingin kecolongan seperti kejadian sebelumnya, dengan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini, termasuk apel siaga dan koordinasi lintas sektor.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur saat pertemuan rutin bersama awak media di Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya, Jumat (17/4/26). Ia merespons pertanyaan terkait tingginya risiko kerusakan ekologis di Kalteng, berkaca pada bencana serupa di sejumlah daerah di Indonesia.
Gubernur menegaskan, pihaknya tidak akan menunggu bencana terjadi baru bergerak. Semua potensi kerawanan tengah dipetakan bersama instansi terkait.
“Kita petakan semua wilayah rawan. Kami sudah koordinasi dengan kementerian dan pihak terkait untuk antisipasi karhutla. Minggu depan sudah mulai siaga. Kami tidak mau bencana terjadi dulu baru apel. Insyaallah hari Selasa kita tetapkan status siaga darurat Karhutla,” tegasnya.
Langkah ini mengacu pada peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang dan berpotensi lebih parah dibandingkan krisis karhutla 2015 dan 2019.
“BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi Juli–Agustus, bisa berlanjut sampai September. Hujan diperkirakan baru turun awal atau pertengahan Oktober,” pungkasnya. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bergerak cepat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau 2026.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran memastikan status Siaga Darurat Karhutla akan ditetapkan lebih awal sebagai langkah antisipasi dampak ekologis yang lebih luas.
Keputusan penetapan siaga darurat karhutla ini diambil menyusul prediksi musim kemarau ekstrem yang berpotensi melanda Kalteng. Pemprov menegaskan tak ingin kecolongan seperti kejadian sebelumnya, dengan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini, termasuk apel siaga dan koordinasi lintas sektor.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur saat pertemuan rutin bersama awak media di Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya, Jumat (17/4/26). Ia merespons pertanyaan terkait tingginya risiko kerusakan ekologis di Kalteng, berkaca pada bencana serupa di sejumlah daerah di Indonesia.
Gubernur menegaskan, pihaknya tidak akan menunggu bencana terjadi baru bergerak. Semua potensi kerawanan tengah dipetakan bersama instansi terkait.
“Kita petakan semua wilayah rawan. Kami sudah koordinasi dengan kementerian dan pihak terkait untuk antisipasi karhutla. Minggu depan sudah mulai siaga. Kami tidak mau bencana terjadi dulu baru apel. Insyaallah hari Selasa kita tetapkan status siaga darurat Karhutla,” tegasnya.
Langkah ini mengacu pada peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang dan berpotensi lebih parah dibandingkan krisis karhutla 2015 dan 2019.
“BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi Juli–Agustus, bisa berlanjut sampai September. Hujan diperkirakan baru turun awal atau pertengahan Oktober,” pungkasnya. (her)