Gubernur Kalteng Tegaskan BBM Tidak Langka, Siapkan Bonus Rp8,1 Juta bagi Pelapor Penimbunan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menepis isu yang beredar di masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalteng. Ia menegaskan, permasalahan utama di lapangan bukanlah kelangkaan pasokan, melainkan disparitas atau perbedaan harga yang cukup signifikan antarjenis BBM.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menanggapi pertanyaan awak media terkait laporan kelangkaan BBM usai rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (20/8/2026).

“BBM ini bukan langka ya. Kami sudah panggil pimpinan, General Managernya, kami juga panggil manajer (Pertamina) yang ada di Kalimantan Tengah. Ini masalah disparitas harga,” tegas Agustiar Sabran.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selisih harga antara BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang mencapai sekitar Rp6.000 menjadi akar permasalahan di lapangan.

Baca Juga :  Perekonomian Masyarakat Harus Tetap Berjalan

Kondisi selisih harga yang lumayan jauh ini kerap memicu oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dengan cara yang salah.

Sebagai langkah antisipasi dan penindakan, Pemerintah Provinsi Kalteng telah berkoordinasi secara intensif dengan Kapolda Kalteng beserta jajaran penegak hukum dan instansi terkait lainnya.

Gubernur secara khusus memberikan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak coba-coba melakukan penimbunan BBM.

Electronic money exchangers listing

“Kami sudah sampaikan dengan Pak Kapolda dan pihak-pihak terkait, khususnya masyarakat luas, ayo jangan sampai menimbun,” imbaunya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memberantas mafia BBM, Pemprov Kalteng menyiapkan sayembara berhadiah uang tunai bagi warga yang berani melaporkan praktik curang tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Gubernur menyiapkan bonus jutaan rupiah bagi pelapor yang informasinya terbukti valid.

Baca Juga :  Gubernur Ajak Warga Bangun Kalteng Lewat Budaya, Dislutkan Tampil Menarik Perhatian

“Kalau ada penimbun ini, laporkan ke kami. Kami akan beri bonus. Dulu tujuh, sekarang Rp8.100.000, sesuai dengan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” pungkasnya.

Nominal unik tersebut sengaja dipilih sebagai simbol perayaan hari kemerdekaan RI tahun ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan turut berpartisipasi aktif dalam mengawasi pendistribusian BBM agar tepat sasaran. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menepis isu yang beredar di masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalteng. Ia menegaskan, permasalahan utama di lapangan bukanlah kelangkaan pasokan, melainkan disparitas atau perbedaan harga yang cukup signifikan antarjenis BBM.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menanggapi pertanyaan awak media terkait laporan kelangkaan BBM usai rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (20/8/2026).

“BBM ini bukan langka ya. Kami sudah panggil pimpinan, General Managernya, kami juga panggil manajer (Pertamina) yang ada di Kalimantan Tengah. Ini masalah disparitas harga,” tegas Agustiar Sabran.

Electronic money exchangers listing

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selisih harga antara BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang mencapai sekitar Rp6.000 menjadi akar permasalahan di lapangan.

Baca Juga :  Perekonomian Masyarakat Harus Tetap Berjalan

Kondisi selisih harga yang lumayan jauh ini kerap memicu oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dengan cara yang salah.

Sebagai langkah antisipasi dan penindakan, Pemerintah Provinsi Kalteng telah berkoordinasi secara intensif dengan Kapolda Kalteng beserta jajaran penegak hukum dan instansi terkait lainnya.

Gubernur secara khusus memberikan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak coba-coba melakukan penimbunan BBM.

“Kami sudah sampaikan dengan Pak Kapolda dan pihak-pihak terkait, khususnya masyarakat luas, ayo jangan sampai menimbun,” imbaunya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memberantas mafia BBM, Pemprov Kalteng menyiapkan sayembara berhadiah uang tunai bagi warga yang berani melaporkan praktik curang tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Gubernur menyiapkan bonus jutaan rupiah bagi pelapor yang informasinya terbukti valid.

Baca Juga :  Gubernur Ajak Warga Bangun Kalteng Lewat Budaya, Dislutkan Tampil Menarik Perhatian

“Kalau ada penimbun ini, laporkan ke kami. Kami akan beri bonus. Dulu tujuh, sekarang Rp8.100.000, sesuai dengan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” pungkasnya.

Nominal unik tersebut sengaja dipilih sebagai simbol perayaan hari kemerdekaan RI tahun ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan turut berpartisipasi aktif dalam mengawasi pendistribusian BBM agar tepat sasaran. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru