PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mempercepat program swasembada pangan berkelanjutan dengan menyiapkan langkah strategis guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino tahun 2026.
Langkah ini juga mencakup intensifikasi pertanian, pemberdayaan petani, diversifikasi komoditas, hingga peningkatan produksi pangan. Target utamanya adalah mewujudkan swasembada beras melalui sinergi berbagai pihak terkait.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pun menggelar rapat koordinasi tingkat provinsi yang berlangsung secara hybrid di Aula Dinas TPHP Kalteng, belum lama ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mempercepat Program Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Rapat tersebut juga bertujuan merumuskan langkah antisipatif menghadapi prediksi fenomena El Nino tahun 2026 yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.
Kegiatan ini dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI bidang Penguatan Kelembagaan Pengembangan Lahan Pertanian Rawa, kepala dinas pertanian kabupaten/kota, serta ketua tim kerja penyuluhan se-Kalteng.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem,” ujar Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan koordinasi, diharapkan Program Swasembada Pangan Berkelanjutan dapat berjalan optimal meskipun menghadapi tantangan iklim.
Rapat koordinasi ini juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani serta optimalisasi infrastruktur pengairan guna meminimalkan dampak kekeringan akibat El Nino.
Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, diharapkan ancaman iklim tidak mengganggu target swasembada yang telah dicanangkan.
Komitmen bersama yang dihasilkan dalam pertemuan ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah serta memastikan keberlanjutan sektor pertanian di Bumi Tambun Bungai. (hms/nue/kpg)


