Karhutla Mengancam Kalteng, Gubernur Pantau Api dari Detik ke Detik

Kerja Sama Tim dan Keselamatan Personel

Agustan menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menanggulangi karhutla di Kalteng.

Menurutnya, penanganan bencana kebakaran lahan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten, hingga kelompok masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Manggala Agni. Ini adalah tanggung jawab bersama, jangan ada yang merasa paling dominan,” tegas Agustan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keselamatan para petugas di lapangan.

Agustan menceritakan sempat ada insiden di mana personel lapangan terkepung kobaran api akibat tingginya semangat saat pemadaman.

“Petugas sempat harus dirawat di rumah sakit, namun beruntung setelah dua hari masa pemulihan, mereka sudah bisa kembali bertugas di lapangan,” tambahnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Gubernur Dukung Pengembangan Perkebunan Tebu

Langkah Strategis: Kanalisasi, Sumur Bor, hingga Operasi Modifikasi Cuaca

Selain pengawasan, Pemprov Kalteng melakukan serangkaian tindakan taktis di wilayah terdampak.

Pertama, memperbaiki dan membersihkan sepanjang lebih dari 6 kilometer saluran kanal untuk dijadikan sekat guna mencegah penjalaran api di lahan gambut.

Kedua, membangun sumur bor di 6 titik strategis yang kini seluruhnya sudah dapat beroperasi untuk menyuplai air pemadaman.

Kerja Sama Tim dan Keselamatan Personel

Agustan menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menanggulangi karhutla di Kalteng.

Menurutnya, penanganan bencana kebakaran lahan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

Electronic money exchangers listing

“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten, hingga kelompok masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Manggala Agni. Ini adalah tanggung jawab bersama, jangan ada yang merasa paling dominan,” tegas Agustan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keselamatan para petugas di lapangan.

Agustan menceritakan sempat ada insiden di mana personel lapangan terkepung kobaran api akibat tingginya semangat saat pemadaman.

“Petugas sempat harus dirawat di rumah sakit, namun beruntung setelah dua hari masa pemulihan, mereka sudah bisa kembali bertugas di lapangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Gubernur Dukung Pengembangan Perkebunan Tebu

Langkah Strategis: Kanalisasi, Sumur Bor, hingga Operasi Modifikasi Cuaca

Selain pengawasan, Pemprov Kalteng melakukan serangkaian tindakan taktis di wilayah terdampak.

Pertama, memperbaiki dan membersihkan sepanjang lebih dari 6 kilometer saluran kanal untuk dijadikan sekat guna mencegah penjalaran api di lahan gambut.

Kedua, membangun sumur bor di 6 titik strategis yang kini seluruhnya sudah dapat beroperasi untuk menyuplai air pemadaman.

Terpopuler

Artikel Terbaru