2 Hari, Tim Gabungan BPBD Lamandau Berjibaku Padamkan Karhutla

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO —Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau bersama kepolisian dan unsur masyarakat berjibaku menangani rentetan peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada 10–11 Agustus 2026. Dalam kurun waktu dua hari, petugas menangani beberapa insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta satu insiden kebakaran fasilitas umum.

Penanganan karhutla intensif dilakukan sejak Senin (10/8/2026). Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) BPBD Lamandau mendapati titik api di Jalan Trans Kalimantan, tepat di depan kantor PLN Simpang Sepaku, Kecamatan Bulik. Kebakaran vegetasi semak belukar di atas tanah gambut dan mineral seluas kurang lebih 1 hektare tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.40 WIB setelah penanganan selama dua jam menggunakan empat unit truk tangki BPBD.

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Berikan Ucapan MTQ VIII KORPRI Kalteng di Murung Raya

Aksi pemadaman berlanjut hingga Selasa (11/8/2026). Pada siang hari pukul 13.00 WIB, tim gabungan menindaklanjuti laporan warga terkait karhutla di Jalan Trans Kalimantan Desa Kujan, Kecamatan Bulik. Lahan semak belukar seluas 10 x 30 meter berhasil dipadamkan total dalam waktu satu jam.

Namun, penanganan karhutla di Desa Kawa, Kecamatan Lamandau, menghadapi tantangan tersendiri. Laporan masuk pada Selasa malam pukul 21.40 WIB dari Polsek Lamandau. Tim gabungan langsung menerjunkan truk tangki dan mobil slip on ke lokasi. Hingga Rabu (12/8/2026) dini hari pukul 03.05 WIB, area lahan seluas 1 hektare baru bisa dikondisikan sebagian.

“Pemadaman di Desa Kawa terpaksa dihentikan sementara dan dilanjutkan pagi hari karena minimnya penerangan di lokasi, titik api yang tersebar (spot-spot), serta akses jalan yang cukup jauh,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, Selasa (11/8) saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  1.885 Pekerja Terlindungi Dalam Program JKK danJKM, Biayanya dari Anggaran DBH Sawit

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kebakaran di seluruh lokasi kejadian.

“Kami BPBD Kabupaten Lamandau terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika menemukan potensi atau titik api di sekitar lingkungannya,” tandasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO —Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau bersama kepolisian dan unsur masyarakat berjibaku menangani rentetan peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada 10–11 Agustus 2026. Dalam kurun waktu dua hari, petugas menangani beberapa insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta satu insiden kebakaran fasilitas umum.

Penanganan karhutla intensif dilakukan sejak Senin (10/8/2026). Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) BPBD Lamandau mendapati titik api di Jalan Trans Kalimantan, tepat di depan kantor PLN Simpang Sepaku, Kecamatan Bulik. Kebakaran vegetasi semak belukar di atas tanah gambut dan mineral seluas kurang lebih 1 hektare tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.40 WIB setelah penanganan selama dua jam menggunakan empat unit truk tangki BPBD.

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Berikan Ucapan MTQ VIII KORPRI Kalteng di Murung Raya

Aksi pemadaman berlanjut hingga Selasa (11/8/2026). Pada siang hari pukul 13.00 WIB, tim gabungan menindaklanjuti laporan warga terkait karhutla di Jalan Trans Kalimantan Desa Kujan, Kecamatan Bulik. Lahan semak belukar seluas 10 x 30 meter berhasil dipadamkan total dalam waktu satu jam.

Electronic money exchangers listing

Namun, penanganan karhutla di Desa Kawa, Kecamatan Lamandau, menghadapi tantangan tersendiri. Laporan masuk pada Selasa malam pukul 21.40 WIB dari Polsek Lamandau. Tim gabungan langsung menerjunkan truk tangki dan mobil slip on ke lokasi. Hingga Rabu (12/8/2026) dini hari pukul 03.05 WIB, area lahan seluas 1 hektare baru bisa dikondisikan sebagian.

“Pemadaman di Desa Kawa terpaksa dihentikan sementara dan dilanjutkan pagi hari karena minimnya penerangan di lokasi, titik api yang tersebar (spot-spot), serta akses jalan yang cukup jauh,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, Selasa (11/8) saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  1.885 Pekerja Terlindungi Dalam Program JKK danJKM, Biayanya dari Anggaran DBH Sawit

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kebakaran di seluruh lokasi kejadian.

“Kami BPBD Kabupaten Lamandau terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika menemukan potensi atau titik api di sekitar lingkungannya,” tandasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru