PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sungguh malang nasib dua balita berinisial N (4) dan D (2) yang menjadi korban meninggal dunia akibat kebakaran di Jalan Mendawai I, Kota Palangka Raya, Selasa (11/8/2026). Keduanya terjebak kobaran api yang melalap dua rumah dan dua barak. Peristiwa ini, menjadi duka mendalam bagi keluarga korban.
Menurut Lurah Palangka, Dawid, kedua korban meninggal dunia tersebut merupakan kakak beradik yang saat kejadian berada di dalam rumah.
“Betul ada dua orang korban meninggal dunia, yaitu dua orang anak. Yang satu usia 4 tahun dan yang satu lagi usia 2 tahun,” kata Dawid saat ditemui di lokasi kebakaran Mendawai I Palangka Raya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat kebakaran terjadi ibu korban berada di rumah bersama tiga anaknya, termasuk seorang bayi yang masih disusuinya.
“Tadi disampaikan ke saya, waktu kejadian mereka berempat. Ibunya, satu orang anak yang sedang disusui, kemudian dua anak yang menjadi korban,” ujarnya.
Saat api mulai membesar, ibunya berupaya menyelamatkan bayi yang sedang digendong dengan membawanya keluar rumah terlebih dahulu. Namun ketika hendak kembali masuk untuk menolong kedua anak lainnya, kobaran api sudah membesar dan mengepung bangunan.
“Jadi saat kebakaran hampir membesar, ibunya langsung membawa anaknya yang kecil keluar. Dia balik, tapi api sudah besar dan tidak dapat menyelamatkan lagi,” ungkap Dawid.
Akibat kejadian tersebut, ibunya mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.
“Ibunya tadi luka bakar. Saya lihat dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit,” katanya.
Dawid menjelaskan bayi yang sempat digendong ibunya itu berhasil selamat setelah dititipkan kepada warga sekitar. Sementara ayah korban diketahui sedang berada di luar rumah ketika kebakaran terjadi.
“Ayahnya masih di luar waktu itu. Saat datang ingin menyelamatkan anaknya, tetapi api sudah besar dan tidak bisa lagi. Bahkan sempat ditahan oleh masyarakat,” tuturnya.
Menurut informasi, keluarga tersebut memiliki empat orang anak. Dua di antaranya meninggal dunia dalam kebakaran, satu anak berhasil diselamatkan ibunya, sementara satu anak lainnya sedang berada di pesantren.
Pihak Kelurahan Palangka saat ini masih melakukan pendataan terhadap korban terdampak kebakaran di Jalan Mendawai I Palangka Raya ini untuk menentukan kebutuhan bantuan yang akan diberikan. Pendataan dilakukan bersama ketua RT setempat dan instansi terkait.
“Yang pasti kita data dulu siapa yang perlu diberi bantuan. Saya sudah menghubungi ketua RT untuk segera melakukan pendataan,” pungkas Dawid.
2 Korban Meninggal Dunia Dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus
Sementara, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan DPKP Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian melalui layanan panggilan darurat 112 pada pukul 13.59.
“Begitu mendapatkan laporan, kami langsung menuju ke lokasi setelah sebelumnya menangani kebakaran hutan,” ujar Alfrianto saat diwawancara di lokasi kebakaran, Selasa (11/8/2026)
Setiba di lokasi, amukan api dilaporkan telah menghanguskan total empat bangunan berkonstruksi kayu itu. Keempat bangunan tersebut, terdiri dari dua rumah tinggal, satu rumah yang dialihfungsikan menjadi barak, dan satu bangunan barak dua pintu.
Dalam proses pendinginan dan evakuasi, tim gabungan menemukan dua korban jiwa meninggal dunia di area bangunan yang dijadikan barak.
“Menurut pengakuan warga, orang tuanya masih di luar. Sepertinya saat kejadian, mereka berdua sendiri karena posisinya masih balita,” terang Alfrianto.
Ibu dari korban diketahui juga terkena luka bakar saat hendak menyelamatkan anaknya, namun ditahan oleh warga karena api sudah sangat besar.
Terkait sumber api, Alfrianto menyebutkan dugaan sementara api berasal dari bangunan yang berada di posisi paling belakang. Namun, pihak DPKP belum dapat menyimpulkan penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.
“Untuk lebih jelasnya, besok kita akan lakukan investigasi mendalam terkait apa yang menjadi penyebab munculnya api,” tegasnya.
Saat ini, jenazah kedua balita telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Pihak berwenang masih menunggu kedatangan tim Inafis Polri untuk melakukan proses autopsi dan penyelidikan lebih lanjut. (adr/her)


