PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini masih berada dalam tahap perencanaan.
Pemerintah daerah masih menunggu kesediaan pihak ketiga atau investor yang berminat untuk bekerja sama merealisasikan proyek strategis tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng, Yulindra Dedy, mengungkapkan fokus utama pemprov saat ini adalah melakukan kajian mendalam untuk menentukan rute yang paling efektif dan efisien, khususnya dari sisi pendanaan.
Hal ini dilakukan karena rancangan anggaran pada rencana sebelumnya dinilai terlalu besar, terdapat dua alternatif jalur yang saat ini sedang dipertimbangkan.
“Yang pasti jalur yang ada dari Puruk Cahu ke Batanjung via Bangkuang. Terus ada rencana alternatif melewati Gunung Mas, yang ujungnya sama ke Batanjung juga. Ini tinggal dikaji mana yang lebih efektif dan efisien,” ungkap Dedy saat diwawancara awak media, usai kegiatan di Bandara lama Tjilik Riwut, Selasa (7/4/26).
Meski jadwal pasti dimulainya pembangunan fisik belum dapat dijanjikan, cetak biru (blueprint) proyek ini dipastikan sudah tersedia. Rencana pembangunan jalur angkutan massal ini juga telah terintegrasi dan masuk ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng.
“Kalau blueprint dari dulu sudah ada, di RTRWP kita juga sudah masuk, ” ungkapnya singkat.
Dia menuturkan pada tahap awal operasionalnya kelak, kereta api ini akan difokuskan untuk angkutan barang guna menunjang pergerakan komoditas dan ekonomi daerah. Namun, pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk mengombinasikannya dengan angkutan penumpang seiring berjalannya waktu.
“Untuk sementara barang dulu, sambil juga nanti dikombinasi dengan angkutan umum melihat kemungkinan,” tambahnya.
Kunci dari kelanjutan infrastruktur ini sangat bergantung pada kalkulasi teknis dan finansial dari para calon investor. Pihak ketiga dipastikan akan mengkaji potensi volume angkutan untuk memastikan proyeksi titik impas yang menguntungkan bagi perusahaan selaku operator.
“Pasti mereka berhitung keuntungan ketika membuka dan menjadi operator, apakah nanti pada saatnya sesuai dengan perhitungan secara teknis finansial oleh pihak ketiga,” tutupnya. (her)


