Bahaya Mikroplastik Mengintai, Kadinkes Kalteng: Dampaknya Bisa Puluhan Tahun

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ancaman mikroplastik terhadap kesehatan manusia makin serius dan tak bisa dianggap sepele. Partikel kecil ini bisa masuk ke tubuh, mengendap, lalu memicu gangguan organ dalam jangka panjang hingga puluhan tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Dr. Suyuti Syamsul, menegaskan dampak mikroplastik tidak langsung terasa, namun perlahan merusak fungsi organ vital.

“Dampaknya jangka panjang, bisa puluhan tahun. Mikroplastik yang masuk ke tubuh bisa mengendap dan merusak organ,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, penanganan medis bagi pasien terdampak tidak bersifat tunggal. Semua tergantung organ mana yang terkena dampak.

“Penanganannya tergantung target organ. Kalau yang terdampak jantung, ya ditangani seperti penyakit jantung,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda Kalteng Minta TPID Lakukan Intervensi di Seluruh Kabupaten dan Kota

Menurutnya, langkah paling efektif justru ada di pencegahan. Sumber utama mikroplastik berasal dari sampah plastik yang terurai menjadi partikel kecil dan mencemari lingkungan, mulai dari air, tanah, hingga rantai makanan.

Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan paparan mikroplastik.

Electronic money exchangers listing

“Imbauannya sederhana, jangan buang sampah plastik sembarangan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, menjaga lingkungan bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga langkah penting melindungi kesehatan dalam jangka panjang. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ancaman mikroplastik terhadap kesehatan manusia makin serius dan tak bisa dianggap sepele. Partikel kecil ini bisa masuk ke tubuh, mengendap, lalu memicu gangguan organ dalam jangka panjang hingga puluhan tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Dr. Suyuti Syamsul, menegaskan dampak mikroplastik tidak langsung terasa, namun perlahan merusak fungsi organ vital.

“Dampaknya jangka panjang, bisa puluhan tahun. Mikroplastik yang masuk ke tubuh bisa mengendap dan merusak organ,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).

Electronic money exchangers listing

Ia menjelaskan, penanganan medis bagi pasien terdampak tidak bersifat tunggal. Semua tergantung organ mana yang terkena dampak.

“Penanganannya tergantung target organ. Kalau yang terdampak jantung, ya ditangani seperti penyakit jantung,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda Kalteng Minta TPID Lakukan Intervensi di Seluruh Kabupaten dan Kota

Menurutnya, langkah paling efektif justru ada di pencegahan. Sumber utama mikroplastik berasal dari sampah plastik yang terurai menjadi partikel kecil dan mencemari lingkungan, mulai dari air, tanah, hingga rantai makanan.

Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan paparan mikroplastik.

“Imbauannya sederhana, jangan buang sampah plastik sembarangan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, menjaga lingkungan bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga langkah penting melindungi kesehatan dalam jangka panjang. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru