Tenda Pengungsian Korban Kebakaran Pasar Besar Palangka Raya Rampung, BPBD Akui Sempat Kekurangan Personel

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tenda posko pengungsian bagi korban kebakaran di kawasan Pasar Besar, Jalan Bangka, tepat di depan Gereja Imanuel, Kota Palangka Raya, akhirnya rampung didirikan. Posko tersebut kini menjadi tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) malam.

Sebelumnya, pendirian tenda sempat tertunda karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya harus membagi fokus penanganan dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam waktu bersamaan.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengakui pihaknya memiliki perlengkapan tenda, tetapi terkendala keterbatasan personel karena seluruh tim sedang bertugas menangani karhutla di lapangan.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Serahkan 2.085 Unit APD ke Perusahaan Perkebunan

“Sebenarnya peralatan ada, cuma personel kami yang terbatas. Semua di lapangan. Kemarin kami tidak bisa ikut turun karena posisi kami di hutan, kemudian kelelahan,” ujar Hendrikus kepada awak media, Senin (3/8/2026).

Karena keterbatasan tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar proses pendirian posko tetap berjalan.

“Kami sudah koordinasikan kemarin untuk dialihkan ke Tagana saja. Kami sudah bagi tugas, karena kami masih fokus di 68 (sandi untuk karhutla),” katanya.

Sebelumnya, Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan posko utama memang direncanakan berada di samping Gereja Imanuel. Selama menunggu tenda berdiri, para korban diarahkan beristirahat di dalam gedung gereja.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Warga Palangka Raya Diimbau Waspada Kebakaran

“Harapannya tenda posko itu dari BPBD, cuma kebetulan kondisi saat ini mereka hampir seluruh pasukannya lagi di lapangan,” ujar Reza.

Pemerintah Kelurahan Pahandut juga telah mendirikan tenda sementara di dekat Gereja Imanuel sejak Minggu (2/8/2026) malam sebagai langkah awal penanganan bagi warga terdampak.

Selain menyiapkan tempat pengungsian, pihak kelurahan mulai memenuhi kebutuhan logistik dasar untuk para korban, seperti matras, terpal, sekat, hingga pakaian layak pakai.

“Sesuai SOP, penanganan pertama itu mengadakan matras untuk tidur, terpal, dan sekat. Kita juga sedang menyortir baju-baju di Balai Kelurahan untuk diserahkan ke lokasi,” pungkas Reza. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tenda posko pengungsian bagi korban kebakaran di kawasan Pasar Besar, Jalan Bangka, tepat di depan Gereja Imanuel, Kota Palangka Raya, akhirnya rampung didirikan. Posko tersebut kini menjadi tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) malam.

Sebelumnya, pendirian tenda sempat tertunda karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya harus membagi fokus penanganan dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam waktu bersamaan.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengakui pihaknya memiliki perlengkapan tenda, tetapi terkendala keterbatasan personel karena seluruh tim sedang bertugas menangani karhutla di lapangan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Serahkan 2.085 Unit APD ke Perusahaan Perkebunan

“Sebenarnya peralatan ada, cuma personel kami yang terbatas. Semua di lapangan. Kemarin kami tidak bisa ikut turun karena posisi kami di hutan, kemudian kelelahan,” ujar Hendrikus kepada awak media, Senin (3/8/2026).

Karena keterbatasan tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar proses pendirian posko tetap berjalan.

“Kami sudah koordinasikan kemarin untuk dialihkan ke Tagana saja. Kami sudah bagi tugas, karena kami masih fokus di 68 (sandi untuk karhutla),” katanya.

Sebelumnya, Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan posko utama memang direncanakan berada di samping Gereja Imanuel. Selama menunggu tenda berdiri, para korban diarahkan beristirahat di dalam gedung gereja.

Baca Juga :  Warga Palangka Raya Diimbau Waspada Kebakaran

“Harapannya tenda posko itu dari BPBD, cuma kebetulan kondisi saat ini mereka hampir seluruh pasukannya lagi di lapangan,” ujar Reza.

Pemerintah Kelurahan Pahandut juga telah mendirikan tenda sementara di dekat Gereja Imanuel sejak Minggu (2/8/2026) malam sebagai langkah awal penanganan bagi warga terdampak.

Selain menyiapkan tempat pengungsian, pihak kelurahan mulai memenuhi kebutuhan logistik dasar untuk para korban, seperti matras, terpal, sekat, hingga pakaian layak pakai.

“Sesuai SOP, penanganan pertama itu mengadakan matras untuk tidur, terpal, dan sekat. Kita juga sedang menyortir baju-baju di Balai Kelurahan untuk diserahkan ke lokasi,” pungkas Reza. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru