Karhutla Kalteng Masuk Tanggap Darurat, Ekskavator hingga Sumur Bor Dikerahkan

Dampak karhutla juga mulai menjadi perhatian pada sektor pendidikan. Pemprov Kalteng memberikan arahan kepada satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa tanggap darurat dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah.

Bagi pemerintah daerah, persoalan karhutla tidak berhenti pada memadamkan api. Menjaga gambut tetap basah, memastikan ketersediaan air, memperkuat peralatan, serta mencegah munculnya titik api baru menjadi pekerjaan yang harus berjalan bersamaan.

Dengan status tanggap darurat yang berlaku hingga 29 September 2026, pemerintah kini memiliki waktu untuk memperkuat operasi sekaligus mengejar titik-titik api sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas dan berdampak semakin besar terhadap masyarakat.(tim)

Baca Juga :  Kalteng Belum Terapkan WFA, Pemprov Masih Tunggu Juklak dan Juknis dari Pusat

Dampak karhutla juga mulai menjadi perhatian pada sektor pendidikan. Pemprov Kalteng memberikan arahan kepada satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa tanggap darurat dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah.

Bagi pemerintah daerah, persoalan karhutla tidak berhenti pada memadamkan api. Menjaga gambut tetap basah, memastikan ketersediaan air, memperkuat peralatan, serta mencegah munculnya titik api baru menjadi pekerjaan yang harus berjalan bersamaan.

Dengan status tanggap darurat yang berlaku hingga 29 September 2026, pemerintah kini memiliki waktu untuk memperkuat operasi sekaligus mengejar titik-titik api sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas dan berdampak semakin besar terhadap masyarakat.(tim)

Baca Juga :  Kalteng Belum Terapkan WFA, Pemprov Masih Tunggu Juklak dan Juknis dari Pusat

Terpopuler

Artikel Terbaru