Dampak Kabut Asap Karhutla, 9.324 Warga Palangka Raya Terserang ISPA

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 9.324 warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode Juni hingga September 2026, Rabu (23/9/2026).

Lonjakan kasus penyakit pernapasan yang merata menyerang balita, dewasa, hingga kelompok lansia tersebut dipicu oleh pekatnya sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah setempat.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, akumulasi kasus tersebut tercatat sejak awal musim karhutla hingga September. Meski demikian, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan kasus ISPA yang pernah terjadi pada musim kabut asap besar di tahun-tahun sebelumnya.

“Dari bulan Juni sampai dengan September itu ada 9.324 kasus. Jadi jauh lah dibanding yang tahun-tahun 2000 sekian itu, jadi jauh ya,” katanya, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga :  Cegah Karhutla, BPBD Kalteng Aktifkan 75 Pos Lapangan dan 1.125 Personel MPA

Menurut Riduan, peningkatan kasus ISPA paling signifikan terjadi pada Agustus 2026, bertepatan dengan semakin meluasnya kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah.

Pada Agustus lalu, Dinkes mencatat sebanyak 3.104 kasus ISPA. Sementara hingga 20 September 2026, jumlah kasus yang tercatat mencapai 2.076 kasus.

“Jadi adanya peningkatan bulan Agustus kemarin,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling sering dikeluhkan masyarakat saat kualitas udara memburuk akibat paparan asap. Gejala yang umumnya dialami berupa batuk, pilek, dan demam.

Namun, kondisi tersebut dapat menjadi lebih serius apabila penderita memiliki penyakit penyerta, terutama asma. Pasien dengan kondisi demikian biasanya memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit.

Baca Juga :  Diskominfo Palangka Raya Latih KIM Tulis Berita Cegah Hoaks

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 9.324 warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode Juni hingga September 2026, Rabu (23/9/2026).

Lonjakan kasus penyakit pernapasan yang merata menyerang balita, dewasa, hingga kelompok lansia tersebut dipicu oleh pekatnya sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah setempat.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, akumulasi kasus tersebut tercatat sejak awal musim karhutla hingga September. Meski demikian, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan kasus ISPA yang pernah terjadi pada musim kabut asap besar di tahun-tahun sebelumnya.

Electronic money exchangers listing

“Dari bulan Juni sampai dengan September itu ada 9.324 kasus. Jadi jauh lah dibanding yang tahun-tahun 2000 sekian itu, jadi jauh ya,” katanya, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga :  Cegah Karhutla, BPBD Kalteng Aktifkan 75 Pos Lapangan dan 1.125 Personel MPA

Menurut Riduan, peningkatan kasus ISPA paling signifikan terjadi pada Agustus 2026, bertepatan dengan semakin meluasnya kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah.

Pada Agustus lalu, Dinkes mencatat sebanyak 3.104 kasus ISPA. Sementara hingga 20 September 2026, jumlah kasus yang tercatat mencapai 2.076 kasus.

“Jadi adanya peningkatan bulan Agustus kemarin,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling sering dikeluhkan masyarakat saat kualitas udara memburuk akibat paparan asap. Gejala yang umumnya dialami berupa batuk, pilek, dan demam.

Namun, kondisi tersebut dapat menjadi lebih serius apabila penderita memiliki penyakit penyerta, terutama asma. Pasien dengan kondisi demikian biasanya memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit.

Baca Juga :  Diskominfo Palangka Raya Latih KIM Tulis Berita Cegah Hoaks

Terpopuler

Artikel Terbaru