PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memperluas layanan rumah oksigen hingga ke kantor kelurahan dan posyandu untuk membantu warga terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya masyarakat yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, perluasan rumah oksigen dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Cantik dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Melihat situasi dan kondisi saat ini, kami melakukan perluasan titik rumah oksigen. Jika sebelumnya hanya ada di 11 puskesmas, kini kami memperluas jangkauannya ke kantor-kantor kelurahan hingga melibatkan posyandu-posyandu,” kata Fairid usai meninjau Rumah Oksigen di Posyandu Cempaka, Jalan Asabri III pada Senin (21/9/2026) malam.
Menurut Fairid, keberadaan rumah oksigen di tingkat kelurahan dan posyandu bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan bagi warga yang terdampak kabut asap, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Seperti lokasi ini, bekas musala yang kita manfaatkan menjadi posyandu, nanti fasilitasnya terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Dia meminta seluruh pihak turut menyosialisasikan keberadaan rumah oksigen kepada masyarakat. Sebab, layanan tersebut kini tidak hanya tersedia di puskesmas, tetapi juga mulai diperluas ke fasilitas pelayanan masyarakat lainnya.
“Kami mohon bantuan untuk menginformasikan kepada warga bahwa rumah oksigen kini tidak hanya berada di puskesmas, tetapi kami usahakan ada di seluruh kantor kelurahan hingga posyandu,” ucapnya.
Selain menyediakan fasilitas oksigen, Pemko Palangka Raya juga menyiagakan tenaga kesehatan pada setiap titik layanan. Petugas medis berasal dari puskesmas yang berada di wilayah terdekat dengan lokasi rumah oksigen.
“Tenaga kesehatan kita siagakan berdasarkan wilayahnya. Misalnya untuk hari ini, tim medis yang bertugas berasal dari puskesmas terdekat, seperti Puskesmas Kereng Bangkirai atau Puskesmas Marina Permai,” jelasnya.
Fairid menambahkan, layanan rumah oksigen di Palangka Raya ke depan diupayakan dapat beroperasi hingga malam hari, bahkan secara bertahap menuju layanan 24 jam menyesuaikan ketersediaan tenaga kesehatan.
“Kami memastikan 11 puskesmas dan kantor-kantor kelurahan ke depannya bisa melayani hingga malam atau 24 jam,” ungkapnya.
Pemko Palangka Raya juga mengoptimalkan layanan Call Center 112 untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat, termasuk rujukan ke rumah sakit akibat dampak kabut asap.
“Kalau ada kondisi mendesak yang memerlukan rujukan, data sudah ada dan tinggal menghubungi 112,” tuturnya.
Selain rumah oksigen, Pemko Palangka Raya turut membagikan masker gratis kepada masyarakat. Warga dapat mengambil masker di kantor kelurahan maupun puskesmas terdekat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap karhutla.
“Bagi warga yang membutuhkan masker, silakan langsung mengambil di kelurahan atau puskesmas terdekat secara gratis tanpa dipungut biaya,” tutup Fairid. (adr)


