Belum Jadi Prioritas, Pemko Palangka Raya Tunda Rencana Merger SDN 4 dan SDN 2

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memastikan rencana penggabungan atau merger SDN 4 dan SDN 2 Palangka Raya belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan, penggabungan sekolah belum menjadi agenda prioritas pemerintah saat ini dan masih ditempatkan sebagai rencana jangka menengah hingga jangka panjang.

“Penggabungan sekolah masih kami tempatkan sebagai opsi untuk jangka menengah maupun jangka panjang. Saat ini, perhatian pemerintah lebih diarahkan pada kebutuhan yang sifatnya mendesak dan harus segera dipenuhi,” kata Fairid, Kamis (17/9/2026).

Untuk saat ini, pemerintah kota lebih fokus menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang disampaikan pihak sekolah guna menunjang proses belajar mengajar.

“Fokus kami sekarang adalah menindaklanjuti kebutuhan yang diajukan pihak sekolah. Seiring waktu, perkembangan sekolah tentu akan terus berlangsung dan prosesnya tidak terjadi secara instan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Komitmen Pendidikan, Pemko Palangka Raya Luncurkan Beasiswa dan “Kampung Keren”

Fairid menilai perkembangan sekolah akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan arah kebijakan pendidikan ke depan, termasuk terkait kemungkinan penggabungan sekolah.

“Perkembangan sebuah sekolah akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya. Apabila di kemudian hari diperlukan penggabungan, hal itu bisa menjadi bagian dari penyesuaian terhadap kebutuhan dan perkembangan yang terjadi,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Dia memastikan setiap kebijakan yang berkaitan dengan merger SDN 4 dan SDN 2 Palangka Raya akan melalui proses kajian secara menyeluruh sebelum diputuskan oleh pemerintah daerah.

“Setiap kebijakan nantinya akan melalui proses kajian dan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku agar keputusan yang diambil benar-benar tepat,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Jayani mengungkapkan, wacana penggabungan kedua sekolah tersebut memang pernah masuk dalam pembahasan pemerintah daerah sebagai bagian dari penataan satuan pendidikan.

Baca Juga :  Satlantas Catat 355 Kasus Kecelakaan di Palangka Raya Selama 2025

“Rencana penggabungan kedua sekolah ini memang pernah dibahas. Salah satu alasannya karena posisi dan kondisi lingkungan sekolah memiliki karakteristik tersendiri, mengingat lokasinya berada di dekat jalan dengan akses yang mengelilingi kawasan sekolah,” ujar Jayani.

Menurutnya, kondisi geografis dan tata letak kawasan sekolah menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi munculnya gagasan merger SDN 4 dan SDN 2 Palangka Raya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memastikan rencana penggabungan atau merger SDN 4 dan SDN 2 Palangka Raya belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan, penggabungan sekolah belum menjadi agenda prioritas pemerintah saat ini dan masih ditempatkan sebagai rencana jangka menengah hingga jangka panjang.

“Penggabungan sekolah masih kami tempatkan sebagai opsi untuk jangka menengah maupun jangka panjang. Saat ini, perhatian pemerintah lebih diarahkan pada kebutuhan yang sifatnya mendesak dan harus segera dipenuhi,” kata Fairid, Kamis (17/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Untuk saat ini, pemerintah kota lebih fokus menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang disampaikan pihak sekolah guna menunjang proses belajar mengajar.

“Fokus kami sekarang adalah menindaklanjuti kebutuhan yang diajukan pihak sekolah. Seiring waktu, perkembangan sekolah tentu akan terus berlangsung dan prosesnya tidak terjadi secara instan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Komitmen Pendidikan, Pemko Palangka Raya Luncurkan Beasiswa dan “Kampung Keren”

Fairid menilai perkembangan sekolah akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan arah kebijakan pendidikan ke depan, termasuk terkait kemungkinan penggabungan sekolah.

“Perkembangan sebuah sekolah akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya. Apabila di kemudian hari diperlukan penggabungan, hal itu bisa menjadi bagian dari penyesuaian terhadap kebutuhan dan perkembangan yang terjadi,” jelasnya.

Dia memastikan setiap kebijakan yang berkaitan dengan merger SDN 4 dan SDN 2 Palangka Raya akan melalui proses kajian secara menyeluruh sebelum diputuskan oleh pemerintah daerah.

“Setiap kebijakan nantinya akan melalui proses kajian dan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku agar keputusan yang diambil benar-benar tepat,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Jayani mengungkapkan, wacana penggabungan kedua sekolah tersebut memang pernah masuk dalam pembahasan pemerintah daerah sebagai bagian dari penataan satuan pendidikan.

Baca Juga :  Satlantas Catat 355 Kasus Kecelakaan di Palangka Raya Selama 2025

“Rencana penggabungan kedua sekolah ini memang pernah dibahas. Salah satu alasannya karena posisi dan kondisi lingkungan sekolah memiliki karakteristik tersendiri, mengingat lokasinya berada di dekat jalan dengan akses yang mengelilingi kawasan sekolah,” ujar Jayani.

Menurutnya, kondisi geografis dan tata letak kawasan sekolah menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi munculnya gagasan merger SDN 4 dan SDN 2 Palangka Raya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru