Genset SPBU Hanya Bertahan 3-4 Jam, Pemko Palangka Raya Minta PLN Perhatikan Jalur SPBU

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memberikan perhatian khusus terhadap operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan traffic light di tengah masih terjadinya pemadaman listrik bergilir.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan pihaknya telah meminta instansi terkait untuk terus memantau kondisi lampu lalu lintas agar tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Menurutnya, traffic light di Kota Palangka Raya berada di bawah kewenangan yang berbeda. Sebagian menjadi tanggung jawab pemerintah kota dan sebagian lainnya merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Untuk kota kita minta dinas terkait dalam hal ini perhubungan untuk memantau dan koordinasi terus. Jangan sampai traffic light itu tidak berfungsi,” katanya, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga :  Dua Hari Dicari, Pemuda Kelampangan Ditemukan Meninggal di Sungai Kahayan

Selain lampu lalu lintas, pemerintah daerah juga menerima keluhan dari sejumlah SPBU terkait dampak pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama.

Zaini menjelaskan, sebagian besar SPBU mengandalkan genset ketika terjadi pemadaman. Namun, kemampuan genset tersebut terbatas dan rata-rata hanya mampu beroperasi selama tiga hingga empat jam.

“Beberapa SPBU itu mengeluh kalau pemadamannya terlalu lama. Maksimal genset mereka itu tiga sampai empat jam,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Apabila pemadaman berlangsung lebih lama, operasional SPBU berpotensi terganggu sehingga dapat memengaruhi distribusi bahan bakar kepada masyarakat.

Karena itu, Pemko Palangka Raya berharap PLN dapat memberikan perhatian khusus terhadap jalur-jalur yang terdapat SPBU agar durasi pemadaman tidak terlalu panjang.

Baca Juga :  DPRD Dukung Kebijakan Zero ODOL di Palangka Raya, Ini Alasannya

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal selama gangguan kelistrikan berlangsung.

Zaini berharap permasalahan pasokan listrik dapat segera teratasi sehingga pelayanan SPBU dan sistem lalu lintas di Kota Palangka Raya dapat beroperasi secara optimal. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memberikan perhatian khusus terhadap operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan traffic light di tengah masih terjadinya pemadaman listrik bergilir.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan pihaknya telah meminta instansi terkait untuk terus memantau kondisi lampu lalu lintas agar tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Menurutnya, traffic light di Kota Palangka Raya berada di bawah kewenangan yang berbeda. Sebagian menjadi tanggung jawab pemerintah kota dan sebagian lainnya merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Electronic money exchangers listing

“Untuk kota kita minta dinas terkait dalam hal ini perhubungan untuk memantau dan koordinasi terus. Jangan sampai traffic light itu tidak berfungsi,” katanya, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga :  Dua Hari Dicari, Pemuda Kelampangan Ditemukan Meninggal di Sungai Kahayan

Selain lampu lalu lintas, pemerintah daerah juga menerima keluhan dari sejumlah SPBU terkait dampak pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama.

Zaini menjelaskan, sebagian besar SPBU mengandalkan genset ketika terjadi pemadaman. Namun, kemampuan genset tersebut terbatas dan rata-rata hanya mampu beroperasi selama tiga hingga empat jam.

“Beberapa SPBU itu mengeluh kalau pemadamannya terlalu lama. Maksimal genset mereka itu tiga sampai empat jam,” ujarnya.

Apabila pemadaman berlangsung lebih lama, operasional SPBU berpotensi terganggu sehingga dapat memengaruhi distribusi bahan bakar kepada masyarakat.

Karena itu, Pemko Palangka Raya berharap PLN dapat memberikan perhatian khusus terhadap jalur-jalur yang terdapat SPBU agar durasi pemadaman tidak terlalu panjang.

Baca Juga :  DPRD Dukung Kebijakan Zero ODOL di Palangka Raya, Ini Alasannya

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal selama gangguan kelistrikan berlangsung.

Zaini berharap permasalahan pasokan listrik dapat segera teratasi sehingga pelayanan SPBU dan sistem lalu lintas di Kota Palangka Raya dapat beroperasi secara optimal. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru