PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Palangka Raya hingga kini masih belum beroperasi setelah sebelumnya mengalami penghentian sementara dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menjelaskan seluruh persyaratan yang diminta telah dipenuhi dan kini pihaknya mendorong percepatan pembukaan kembali agar layanan MBG dapat berjalan saat tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026.
Achmad Zaini mengatakan, Pemko Palangka Raya telah menggelar rapat bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, mitra, dan kepala SPPG untuk mengetahui kendala yang menyebabkan lima dapur tersebut belum kembali beroperasi.
“Kita mengundang beberapa SPPG, dapur yang kemarin kena suspend atau pemberhentian sementara. Dari beberapa dapur memang sudah operasional, tinggal ada lima SPPG yang sampai saat ini belum dibuka atau belum dioperasionalkan,” kata Zaini usai rapat di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, hasil rapat menunjukkan seluruh persyaratan yang sebelumnya menjadi alasan penghentian sementara operasional telah dipenuhi oleh masing-masing pengelola SPPG, termasuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan kelengkapan infrastruktur lainnya.
“Tadi sudah disampaikan hampir semuanya bahwa persyaratan-persyaratan yang kemarin menjadi alasan untuk pemberhentian itu sudah dilaksanakan semua. Pembangunan IPAL dan tambahan-tambahan infrastruktur itu sudah dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil rapat tersebut akan menjadi dasar bagi Satgas MBG Kota Palangka Raya untuk kembali menyampaikan surat kepada BGN agar mempercepat proses pembukaan kembali lima dapur yang telah memenuhi seluruh ketentuan.
“Dari Korwil, dari satgas juga bersurat ke BGN agar sesegera mungkin bisa dioperasionalkan kembali. Setelah rapat ini, rencananya dari satgas akan bersurat ke BGN untuk percepatan pembukaan kembali karena syarat-syaratnya sudah dilaksanakan,” jelasnya.
Zaini menilai percepatan operasional sangat penting karena kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada pertengahan Juli 2026. Ia berharap para peserta didik sebagai penerima manfaat tetap bisa memperoleh layanan MBG sejak awal tahun ajaran.
“Kenapa kita ingin cepat segera operasional? Karena pertengahan bulan ini, tanggal 13 sudah mulai masuk ajaran baru. Kita harapkan anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat MBG ini mendapatkan program tersebut,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 32 dapur SPPG di Kota Palangka Raya. Dari jumlah tersebut, sekitar 16 dapur sempat mengalami penghentian sementara operasional. Sebanyak 11 dapur kini telah kembali beroperasi, sementara lima lainnya masih menunggu keputusan dari BGN.
“Dapurnya itu ada kalau tidak salah 32. Memang yang belum operasional ada tiga kalau tidak salah, selebihnya sudah pernah operasional. Kemarin ada sekitar 16 yang disuspend, 11 sudah operasional, tinggal lima,” tuturnya.
Zaini menambahkan, berdasarkan laporan dalam rapat, lima SPPG yang masih menunggu pembukaan kembali telah menyelesaikan seluruh persyaratan yang ditetapkan. Kini keputusan operasional sepenuhnya berada di tangan BGN.
“Alhamdulillah tadi semua menyampaikan bahwa persyaratan-persyaratan yang ditentukan itu sudah dilaksanakan. Sekarang tinggal dari pusat untuk bisa memberikan kebijakan pembukaan dapur-dapur itu,” ungkapnya.
Ia berharap lima dapur tersebut segera kembali beroperasi sehingga seluruh penerima manfaat program MBG di Kota Palangka Raya dapat memperoleh layanan makanan bergizi saat kegiatan belajar mengajar dimulai. (adr)


