PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya terus terjadi. Hingga 2 September 2026, tercatat sebanyak 443 kejadian Karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 499,91 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi kejadian sejak ditetapkannya status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 2 September 2026.
“Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian Karhutla terbanyak, yakni mencapai 300 kejadian,” ungkapnya pada Kamis (3/9/2026).
Selanjutnya Kecamatan Sebangau sebanyak 90 kejadian, Pahandut 37 kejadian, Bukit Batu 14 kejadian, dan Rakumpit 1 kejadian.
Dari keseluruhan kejadian tersebut, lahan yang terbakar tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Kota Palangka Raya dengan total luasan mencapai 499,91 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD, terlebih fenomena cuaca saat ini ditandai dengan semakin sedikitnya hari hujan maupun curah hujan. Kondisi kering turut meningkatkan potensi terjadinya Karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Kami juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin,” tuturnya.
Untuk laporan kejadian maupun kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center 112. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya terus terjadi. Hingga 2 September 2026, tercatat sebanyak 443 kejadian Karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 499,91 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi kejadian sejak ditetapkannya status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 2 September 2026.
“Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian Karhutla terbanyak, yakni mencapai 300 kejadian,” ungkapnya pada Kamis (3/9/2026).
Selanjutnya Kecamatan Sebangau sebanyak 90 kejadian, Pahandut 37 kejadian, Bukit Batu 14 kejadian, dan Rakumpit 1 kejadian.
Dari keseluruhan kejadian tersebut, lahan yang terbakar tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Kota Palangka Raya dengan total luasan mencapai 499,91 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD, terlebih fenomena cuaca saat ini ditandai dengan semakin sedikitnya hari hujan maupun curah hujan. Kondisi kering turut meningkatkan potensi terjadinya Karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Kami juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin,” tuturnya.
Untuk laporan kejadian maupun kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center 112. (jef)