Antrean Mengular, Bupati : Kondisi Ketersediaan Stok dan Kelangkaan BBM Perlu Ditelusuri Lebih Jauh

SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam Kota Sukamara masih terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Ironisnya, kondisi tersebut terjadi ketika pasokan BBM ke daerah disebut justru telah ditambah.

Bupati Sukamara Masduki mengungkapkan, stok BBM yang tersedia saat ini sebenarnya dinilai cukup, bahkan melebihi kondisi normal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masyarakat masih harus mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar.

“Secara stok kami ini sudah cukup, bahkan melebihi dari kondisi normal. Kondisi normal stok yang ada itu kami tambah lagi sekarang ini. Tapi di satu sisi, di tingkat lapangan masyarakat tidak ada. Ini anomali,” kata Masduki saat meninjau kondisi antrean di salah satu SPBU, Senin (24/8).

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Siap Mengimplementasikan Arahan dan Kebijakan yang Ditetapkan Pemerintah Pusat

Masduki menilai kondisi tersebut menjadi pertanyaan karena pelayanan SPBU disebut telah berlangsung hampir 24 jam. Namun, antrean kendaraan justru masih mengular dan sebagian masyarakat harus menunggu berjam-jam.Mengikuti Kursus Komputer

“Pelayanan kami juga hampir 24 jam, tapi di lapangan kosong,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi antara ketersediaan stok dan kelangkaan BBM di tingkat masyarakat tersebut perlu ditelusuri lebih jauh.

Electronic money exchangers listing

Pemerintah daerah akan meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan distribusi BBM, mulai dari titik masuk hingga penyalurannya di wilayah Sukamara.

Pemantauan juga akan dilakukan di sejumlah titik yang berkaitan dengan distribusi, termasuk kawasan dermaga pelabuhan speedboat dan dermaga tradisional.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan yang masuk ke Sukamara benar-benar tersalurkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Hendra Lesmana Wujudkan Impian Masyarakat Pelosok

Masduki juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan maupun penjualan kembali yang dapat memperparah kondisi antrean. (iza/kpg)

SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam Kota Sukamara masih terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Ironisnya, kondisi tersebut terjadi ketika pasokan BBM ke daerah disebut justru telah ditambah.

Bupati Sukamara Masduki mengungkapkan, stok BBM yang tersedia saat ini sebenarnya dinilai cukup, bahkan melebihi kondisi normal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masyarakat masih harus mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar.

Electronic money exchangers listing

“Secara stok kami ini sudah cukup, bahkan melebihi dari kondisi normal. Kondisi normal stok yang ada itu kami tambah lagi sekarang ini. Tapi di satu sisi, di tingkat lapangan masyarakat tidak ada. Ini anomali,” kata Masduki saat meninjau kondisi antrean di salah satu SPBU, Senin (24/8).

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Siap Mengimplementasikan Arahan dan Kebijakan yang Ditetapkan Pemerintah Pusat

Masduki menilai kondisi tersebut menjadi pertanyaan karena pelayanan SPBU disebut telah berlangsung hampir 24 jam. Namun, antrean kendaraan justru masih mengular dan sebagian masyarakat harus menunggu berjam-jam.Mengikuti Kursus Komputer

“Pelayanan kami juga hampir 24 jam, tapi di lapangan kosong,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi antara ketersediaan stok dan kelangkaan BBM di tingkat masyarakat tersebut perlu ditelusuri lebih jauh.

Pemerintah daerah akan meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan distribusi BBM, mulai dari titik masuk hingga penyalurannya di wilayah Sukamara.

Pemantauan juga akan dilakukan di sejumlah titik yang berkaitan dengan distribusi, termasuk kawasan dermaga pelabuhan speedboat dan dermaga tradisional.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan yang masuk ke Sukamara benar-benar tersalurkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Hendra Lesmana Wujudkan Impian Masyarakat Pelosok

Masduki juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan maupun penjualan kembali yang dapat memperparah kondisi antrean. (iza/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru