NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kualitas udara di wilayah Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, terpantau mulai tidak sehat pada Kamis (17/8/2026) pagi. Fenomena kabut bercampur asap tebal tampak menyelimuti pemukiman warga dan jalan raya sejak matahari terbit.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jarak pandang mulai terbatas akibat kabut asap tersebut. Sejumlah aktivitas masyarakat terganggu, dan beberapa warga yang melintas di kawasan jalan utama mulai kembali mengenakan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.
Kondisi udara yang memburuk ini memicu keluhan dari warga setempat. Saman, salah satu warga Kecamatan Bulik, menuturkan bahwa aroma dan kepekatan asap terasa menyengat sejak pagi.
“Udara pagi ini terasa sangat tidak nyaman di tenggorokan dan dada. Asapnya cukup tebal sampai bikin mata perih. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan, tentu kami kawatir akan mengganggu kesehatan, terutama anak-anak dan lansia,” ujar Saman.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Dr. Rosmawati, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap terhadap kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa kabut asap berisiko tinggi memicu gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita asma dan ISPA.
Untuk mengantisipasi dampak buruk bagi kesehatan, Dinkes Lamandau membagikan sejumlah langkah pencegahan bagi warga sebagai berikut:
* Gunakan Masker: Wajib mengenakan masker pelindung saat terpaksa beraktivitas di luar rumah.
* Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Kurangi kegiatan di luar gedung, terutama saat kepekatan asap meningkat.
* Perbanyak Konsumsi Air Putih: Menjaga hidrasi tubuh agar saluran pernapasan tetap terlindungi.
* Segera Periksa ke Faskes: Datangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk, sesak napas, atau iritasi mata.
“Mari bersama-sama menjaga kesehatan diri dan keluarga dari dampak kabut asap. Jaga kesehatan keluarga kita dan lindungi diri sejak dini,” pungkas Dr. Rosmawati. (bib)


