Karhutla di Tumbang Nusa Belum Padam, Bupati Minta Semua Pihak Perkuat Sinergi

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau.

Memasuki akhir Juli, api yang mulai muncul sejak 2 Juli 2026 itu belum berhasil dipadamkan secara menyeluruh dan bahkan cenderung meluas.

Kondisi tersebut disampaikan Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i saat memimpin Apel Besar Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, Senin (27/7).

Dalam amanatnya, ia meminta seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat memperkuat sinergi agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Karhutla di Desa Tumbang Nusa sejak 2 Juli hingga saat ini masih belum padam dan cenderung membesar. Karena itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk mempercepat penanganannya,” tegas Rifa’i.

Baca Juga :  Dewan Sebut Pentingnya Kesadaran Masyarakat Antisipasi Karhutla

Menurutnya, upaya pemadaman menghadapi tantangan besar karena kebakaran terjadi di kawasan gambut dengan lapisan yang tebal.

Kondisi tersebut membuat api sulit dipadamkan secara total, terlebih di tengah musim kemarau dengan suhu yang tinggi.

Electronic money exchangers listing

Untuk menekan penyebaran api, Rifa’i menegaskan langkah yang harus terus dilakukan di lapangan adalah pembuatan sekat bakar dan pembasahan lahan.

Strategi tersebut dinilai menjadi cara paling efektif mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

“Yang bisa kita lakukan sekarang adalah terus melakukan penyekatan dan pembasahan lahan agar api tidak semakin meluas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla kini dilakukan secara terpadu setelah Pemkav Pulang Pisau menetapkan Status Siaga Bencana Karhutla melalui Keputusan Bupati Nomor 240 Tahun 2026.

Baca Juga :  Karhutla di Palangka Raya Capai 109 Kejadian, Lahan Terbakar 54,44 Hektare

Melalui posko siaga, seluruh instansi terkait dikerahkan untuk memperkuat koordinasi penanggulangan di lapangan.

Di akhir amanatnya, bupati mengajak seluruh masyarakat tidak hanya bekerja keras memadamkan api, tetapi juga memanjatkan doa agar hujan segera turun, khususnya di wilayah Desa Tumbang Nusa dan Tanjung Taruna.

“Kami berharap dengan kerja sama yang kompak dari seluruh pihak, kebakaran hutan dan lahan segera dapat diatasi. Mari kita juga berdoa kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan sehingga musibah ini cepat berakhir,” pungkasnya. (art/kpg)

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau.

Memasuki akhir Juli, api yang mulai muncul sejak 2 Juli 2026 itu belum berhasil dipadamkan secara menyeluruh dan bahkan cenderung meluas.

Kondisi tersebut disampaikan Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i saat memimpin Apel Besar Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, Senin (27/7).

Electronic money exchangers listing

Dalam amanatnya, ia meminta seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat memperkuat sinergi agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Karhutla di Desa Tumbang Nusa sejak 2 Juli hingga saat ini masih belum padam dan cenderung membesar. Karena itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk mempercepat penanganannya,” tegas Rifa’i.

Baca Juga :  Dewan Sebut Pentingnya Kesadaran Masyarakat Antisipasi Karhutla

Menurutnya, upaya pemadaman menghadapi tantangan besar karena kebakaran terjadi di kawasan gambut dengan lapisan yang tebal.

Kondisi tersebut membuat api sulit dipadamkan secara total, terlebih di tengah musim kemarau dengan suhu yang tinggi.

Untuk menekan penyebaran api, Rifa’i menegaskan langkah yang harus terus dilakukan di lapangan adalah pembuatan sekat bakar dan pembasahan lahan.

Strategi tersebut dinilai menjadi cara paling efektif mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

“Yang bisa kita lakukan sekarang adalah terus melakukan penyekatan dan pembasahan lahan agar api tidak semakin meluas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla kini dilakukan secara terpadu setelah Pemkav Pulang Pisau menetapkan Status Siaga Bencana Karhutla melalui Keputusan Bupati Nomor 240 Tahun 2026.

Baca Juga :  Karhutla di Palangka Raya Capai 109 Kejadian, Lahan Terbakar 54,44 Hektare

Melalui posko siaga, seluruh instansi terkait dikerahkan untuk memperkuat koordinasi penanggulangan di lapangan.

Di akhir amanatnya, bupati mengajak seluruh masyarakat tidak hanya bekerja keras memadamkan api, tetapi juga memanjatkan doa agar hujan segera turun, khususnya di wilayah Desa Tumbang Nusa dan Tanjung Taruna.

“Kami berharap dengan kerja sama yang kompak dari seluruh pihak, kebakaran hutan dan lahan segera dapat diatasi. Mari kita juga berdoa kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan sehingga musibah ini cepat berakhir,” pungkasnya. (art/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru