Karhutla Tumbang Nusa Belum Padam, Wabup Pulang Pisau Tinjau Posko

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO –Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, hingga kini belum berhasil dipadamkan.

Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta turun langsung meninjau posko penanganan sekaligus memberikan dukungan kepada personel gabungan yang terus berjibaku memadamkan api di lahan gambut, Rabu (22/7).

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Asisten III Bidang Administrasi Moh. Insyafi, Kepala Pelaksana BPBD Herman Wibowo, serta Camat Jabiren Raya Ahmad Rizani.

Jayadikarta menyampaikan apresiasi kepada personel gabungan dari BPBD, Polres Pulang Pisau, Manggala Agni, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan yang terus berjibaku memadamkan api sejak kebakaran terjadi.

Menurutnya, proses pemadaman di lahan gambut jauh lebih sulit dibandingkan lahan biasa. Api sering kali merambat melalui lapisan akar gambut sehingga dapat kembali muncul meski permukaan terlihat padam.

Baca Juga :  Miris, Anak Berprestasi di Kapuas Terancam Putus Sekolah karena Kemiskinan

“Kita berdoa bersama-sama agar kebakaran ini bisa cepat padam dan berdoa agar turun hujan,” ujar Jayadikarta.

Ia menambahkan, hujan pun belum tentu langsung mengakhiri kebakaran. Menurutnya, dibutuhkan sedikitnya dua hari agar air benar-benar meresap ke dalam lapisan gambut sehingga api padam secara menyeluruh.

Electronic money exchangers listing

Sebagai ikhtiar, Jayadikarta mengaku telah meminta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menerbitkan surat edaran kepada masjid-masjid untuk melaksanakan salat istisqa atau salat memohon hujan.

Selain itu, atas arahan Bupati Pulang Pisau, pemerintah daerah dalam waktu dekat akan menggelar rapat bersama BMKG dan unsur Forkopimda guna membahas langkah-langkah penanganan karhutla.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan kebakaran yang terjadi sejak 13 Juli 2026 telah menghanguskan sekitar 41 hektare lahan.

Baca Juga :  Pulang Pisau Segera Miliki Perpustakaan Modern

Melihat api yang terus menyala ini, luasan yang terbakar bisa bertambah. Angka pastinya akan diketahui setelah dilakukan tracking ketika api benar-benar padam,” ungkapnya.

Saat ini, BPBD mengerahkan 46 personel yang dibagi ke dalam dua tim untuk mempercepat upaya pemadaman.

Herman mengungkapkan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari debit air sungai yang mulai dangkal, suhu udara yang sangat panas, hingga arah angin yang berubah-ubah sehingga mempercepat perambatan api dan asap. Situasi tersebut membuat proses pemadaman masih terus berlangsung. (art/kpg)

 

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO –Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, hingga kini belum berhasil dipadamkan.

Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta turun langsung meninjau posko penanganan sekaligus memberikan dukungan kepada personel gabungan yang terus berjibaku memadamkan api di lahan gambut, Rabu (22/7).

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Asisten III Bidang Administrasi Moh. Insyafi, Kepala Pelaksana BPBD Herman Wibowo, serta Camat Jabiren Raya Ahmad Rizani.

Electronic money exchangers listing

Jayadikarta menyampaikan apresiasi kepada personel gabungan dari BPBD, Polres Pulang Pisau, Manggala Agni, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan yang terus berjibaku memadamkan api sejak kebakaran terjadi.

Menurutnya, proses pemadaman di lahan gambut jauh lebih sulit dibandingkan lahan biasa. Api sering kali merambat melalui lapisan akar gambut sehingga dapat kembali muncul meski permukaan terlihat padam.

Baca Juga :  Miris, Anak Berprestasi di Kapuas Terancam Putus Sekolah karena Kemiskinan

“Kita berdoa bersama-sama agar kebakaran ini bisa cepat padam dan berdoa agar turun hujan,” ujar Jayadikarta.

Ia menambahkan, hujan pun belum tentu langsung mengakhiri kebakaran. Menurutnya, dibutuhkan sedikitnya dua hari agar air benar-benar meresap ke dalam lapisan gambut sehingga api padam secara menyeluruh.

Sebagai ikhtiar, Jayadikarta mengaku telah meminta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menerbitkan surat edaran kepada masjid-masjid untuk melaksanakan salat istisqa atau salat memohon hujan.

Selain itu, atas arahan Bupati Pulang Pisau, pemerintah daerah dalam waktu dekat akan menggelar rapat bersama BMKG dan unsur Forkopimda guna membahas langkah-langkah penanganan karhutla.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan kebakaran yang terjadi sejak 13 Juli 2026 telah menghanguskan sekitar 41 hektare lahan.

Baca Juga :  Pulang Pisau Segera Miliki Perpustakaan Modern

Melihat api yang terus menyala ini, luasan yang terbakar bisa bertambah. Angka pastinya akan diketahui setelah dilakukan tracking ketika api benar-benar padam,” ungkapnya.

Saat ini, BPBD mengerahkan 46 personel yang dibagi ke dalam dua tim untuk mempercepat upaya pemadaman.

Herman mengungkapkan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari debit air sungai yang mulai dangkal, suhu udara yang sangat panas, hingga arah angin yang berubah-ubah sehingga mempercepat perambatan api dan asap. Situasi tersebut membuat proses pemadaman masih terus berlangsung. (art/kpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru