Penyerang Polisi Tewas Ditembak, Kapolda Beberkan Awal Mula Tragedi Katingan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Selain menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, insiden penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan juga mengakibatkan satu orang penyerang berinisial T meninggal dunia setelah ditembak petugas.

Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan menjelaskan, awalnya situasi berlangsung kondusif ketika anggota kepolisian memasuki rumah target dan berhasil mengamankan tersangka utama, Bio, beserta barang bukti sabu.

Namun situasi berubah setelah seorang perempuan yang berada di lokasi berteriak “perampok, perampok”.

Teriakan itu memancing kedatangan sejumlah warga yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan Bio.

“Saat anggota masuk mengamankan Bio, situasi aman dan tidak ada permasalahan. Namun kemudian ada teriakan ‘perampok, perampok’ dari seorang perempuan sehingga masyarakat berdatangan,” kata Iwan dalam konferensi pers di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :  Tersangka Penggelapan Praperadilankan Penyidik Polda Kalteng

Menurut Kapolda, salah seorang yang datang, yakni pria berinisial T, langsung melakukan perlawanan terhadap petugas menggunakan parang.

Serangan tersebut nyaris mengenai Kasatresnarkoba Polres Katingan dan anggota lain, termasuk almarhum Aipda Yudhi.

Electronic money exchangers listing

Polisi telah beberapa kali memberikan tembakan peringatan. Namun pelaku tetap melakukan penyerangan sehingga petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Sudah diberikan tembakan peringatan, tetapi tidak diindahkan dan pelaku terus menyerang. Karena membahayakan keselamatan anggota, dilakukan tindakan tegas dan terukur terhadap yang bersangkutan,” tegas Kapolda.

Akibat tindakan tersebut, T meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah insiden itu, situasi semakin tidak terkendali hingga berujung pada penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang menyebabkan tiga personel gugur saat menjalankan tugas.

Baca Juga :  Dewan: Musrenbangdes Pondasi Pembangunan Desa

Kapolda menambahkan, para pelaku penyerangan diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan Bio, sehingga cepat berdatangan setelah mendengar teriakan dari dalam rumah. Saat ini polisi masih terus memburu empat pelaku lain yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Selain menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, insiden penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan juga mengakibatkan satu orang penyerang berinisial T meninggal dunia setelah ditembak petugas.

Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan menjelaskan, awalnya situasi berlangsung kondusif ketika anggota kepolisian memasuki rumah target dan berhasil mengamankan tersangka utama, Bio, beserta barang bukti sabu.

Namun situasi berubah setelah seorang perempuan yang berada di lokasi berteriak “perampok, perampok”.

Electronic money exchangers listing

Teriakan itu memancing kedatangan sejumlah warga yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan Bio.

“Saat anggota masuk mengamankan Bio, situasi aman dan tidak ada permasalahan. Namun kemudian ada teriakan ‘perampok, perampok’ dari seorang perempuan sehingga masyarakat berdatangan,” kata Iwan dalam konferensi pers di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :  Tersangka Penggelapan Praperadilankan Penyidik Polda Kalteng

Menurut Kapolda, salah seorang yang datang, yakni pria berinisial T, langsung melakukan perlawanan terhadap petugas menggunakan parang.

Serangan tersebut nyaris mengenai Kasatresnarkoba Polres Katingan dan anggota lain, termasuk almarhum Aipda Yudhi.

Polisi telah beberapa kali memberikan tembakan peringatan. Namun pelaku tetap melakukan penyerangan sehingga petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Sudah diberikan tembakan peringatan, tetapi tidak diindahkan dan pelaku terus menyerang. Karena membahayakan keselamatan anggota, dilakukan tindakan tegas dan terukur terhadap yang bersangkutan,” tegas Kapolda.

Akibat tindakan tersebut, T meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah insiden itu, situasi semakin tidak terkendali hingga berujung pada penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang menyebabkan tiga personel gugur saat menjalankan tugas.

Baca Juga :  Dewan: Musrenbangdes Pondasi Pembangunan Desa

Kapolda menambahkan, para pelaku penyerangan diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan Bio, sehingga cepat berdatangan setelah mendengar teriakan dari dalam rumah. Saat ini polisi masih terus memburu empat pelaku lain yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru