Bupati Pulang Pisau Ingatkan Peningkatan PAD Jangan Bebani Masyarakat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i mengingatkan seluruh perangkat daerah agar berhati-hati dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD), dengan memastikan kebijakan yang diambil tidak membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Pesan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi PAD di Aula Andris P. Nandjan BKAD, Senin (20/4). Menurutnya, keuangan daerah saat ini masih menghadapi tantangan sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan. Namun, kebijakan yang diambil tetap harus mempertimbangkan daya beli masyarakat.

“Perangkat daerah bisa berinovasi dengan memanfaatkan potensi yang ada, tetapi jangan sampai membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit sekarang ini,” tegas Rifa’i.

Baca Juga :  Sudah Dekat Akhir Tahun, Jangan Tunda Penyerapan Anggaran!

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendapat dorongan dari pemerintah pusat untuk terus berinovasi dalam meningkatkan PAD. Meski demikian, peningkatan tersebut harus dilakukan secara bijak dan proporsional.

Selain itu, Rifa’i menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan pendapatan. Digitalisasi dinilai mampu meminimalisir kebocoran sekaligus mempermudah masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi.

“Sistem pengelolaan pendapatan yang transparan dan akuntabel dapat meminimalisir kebocoran dan mempermudah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pulang Pisau, Zulkadri, mengungkapkan target PAD tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp89,7 miliar. Hingga triwulan pertama, realisasi telah mencapai 19,47 persen dari target tersebut.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, kontribusi terbesar PAD berasal dari sektor pajak daerah yang dikelola Bapenda. Sementara retribusi daerah memberikan sumbangan yang relatif merata di masing-masing perangkat daerah.

Baca Juga :  Bupati: Hasil Pembangunan Harus Kita Rawat

Zulkadri juga mendorong seluruh perangkat daerah meningkatkan komitmen dalam menggali potensi PAD. Pasalnya, masih terdapat target pendapatan di tingkat kecamatan yang belum berjalan.

“Masih ada target di kecamatan yang progresnya 0 persen, meski hanya Rp2,5 juta. Ini menjadi perhatian agar kita bersama-sama bisa mencapai target yang telah ditentukan,” tandasnya. (art/kpg)

 

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i mengingatkan seluruh perangkat daerah agar berhati-hati dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD), dengan memastikan kebijakan yang diambil tidak membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Pesan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi PAD di Aula Andris P. Nandjan BKAD, Senin (20/4). Menurutnya, keuangan daerah saat ini masih menghadapi tantangan sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan. Namun, kebijakan yang diambil tetap harus mempertimbangkan daya beli masyarakat.

“Perangkat daerah bisa berinovasi dengan memanfaatkan potensi yang ada, tetapi jangan sampai membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit sekarang ini,” tegas Rifa’i.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Sudah Dekat Akhir Tahun, Jangan Tunda Penyerapan Anggaran!

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendapat dorongan dari pemerintah pusat untuk terus berinovasi dalam meningkatkan PAD. Meski demikian, peningkatan tersebut harus dilakukan secara bijak dan proporsional.

Selain itu, Rifa’i menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan pendapatan. Digitalisasi dinilai mampu meminimalisir kebocoran sekaligus mempermudah masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi.

“Sistem pengelolaan pendapatan yang transparan dan akuntabel dapat meminimalisir kebocoran dan mempermudah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pulang Pisau, Zulkadri, mengungkapkan target PAD tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp89,7 miliar. Hingga triwulan pertama, realisasi telah mencapai 19,47 persen dari target tersebut.

Menurutnya, kontribusi terbesar PAD berasal dari sektor pajak daerah yang dikelola Bapenda. Sementara retribusi daerah memberikan sumbangan yang relatif merata di masing-masing perangkat daerah.

Baca Juga :  Bupati: Hasil Pembangunan Harus Kita Rawat

Zulkadri juga mendorong seluruh perangkat daerah meningkatkan komitmen dalam menggali potensi PAD. Pasalnya, masih terdapat target pendapatan di tingkat kecamatan yang belum berjalan.

“Masih ada target di kecamatan yang progresnya 0 persen, meski hanya Rp2,5 juta. Ini menjadi perhatian agar kita bersama-sama bisa mencapai target yang telah ditentukan,” tandasnya. (art/kpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru