PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Handep Hapakat Fair 2026 tak sekadar menjadi panggung hiburan dan perayaan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau.
Selama delapan hari penyelenggaraan, ajang tersebut berhasil menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus ruang pelestarian budaya lokal. Nilai transaksi yang tercatat selama tujuh malam pelaksanaan bahkan mencapai Rp1.510.357.600.
Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i mengatakan, penyelenggaraan Handep Hapakat Fair tahun ini mengusung tema “Sinergitas Melestarikan Budaya dan Penguatan UMKM”.
Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya masyarakat Pulang Pisau.
“Handep Hapakat Fair telah sukses menjadi katalisator bagi pergerakan ekonomi dan pelestarian budaya di daerah kita. Ajang ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus merawat warisan leluhur,” ujar Ahmad Rifa’i saat memberikan sambutan pada penutupan Handep Hapakat Fair 2026.
Antusiasme pelaku usaha pun dinilai sangat tinggi. Sebanyak 249 UMKM ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 111 UMKM mengisi stan OPD, 36 UMKM merupakan peserta fasilitasi, 92 UMKM kategori kaki lima, serta 10 UMKM menempati tenda berbayar.
Menurut bupati, kehadiran ratusan pelaku UMKM tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga memperluas jejaring usaha dan memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Selain menggerakkan sektor ekonomi, pemerintah juga menghadirkan Kios TPID Hakadohop melalui kerja sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan Perum Bulog. Kios tersebut menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dengan harga terjangkau guna membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.
Dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Gerakan Pangan Murah dan layanan cek kesehatan gratis turut menambah manfaat penyelenggaraan Handep Hapakat Fair bagi masyarakat.
Tak hanya itu, kemeriahan acara juga diwarnai berbagai pertunjukan seni budaya dari sejumlah paguyuban, mulai dari Dayak, Jawa, Banjar, Batak hingga Bali. Beragam penampilan tersebut menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga keberagaman budaya di Kabupaten Pulang Pisau.
Menutup rangkaian kegiatan, Ahmad Rifa’i menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau.
“Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi banyak pihak. Terima kasih atas perhatian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Mari terus berkarya dan berinovasi untuk kemajuan Pulang Pisau,” pungkasnya. (art/kpg)


