Handep Hapakat Fair 2026 Dorong UMKM dan Lestarikan Budaya Pulang Pisau

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menjadikan Handep Hapakat Fair 2026 sebagai momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah sekaligus melestarikan budaya lokal.

Melalui ajang yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau itu, pemerintah mendorong penguatan UMKM dan mempererat kebersamaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, S.Kom., saat membuka Handep Hapakat Fair 2026, Minggu (5/7).

Menurutnya, penyelenggaraan Handep Hapakat Fair tahun ini mengusung tema “Sinergitas Melestarikan Budaya dan Penguatan UMKM” sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

“Handep Hapakat Fair merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus melestarikan budaya,” tegas Rifa’i.

Baca Juga :  Keberadaan UMKM Dalam Setiap Perhelatan Memberikan Dampak Positif Bagi Kemajuan Daerah

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan UMKM lokal maupun pelaku usaha dari luar daerah. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring usaha, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Salah satu inovasi pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya Kios TPID “Hakadohop”, hasil kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pulang Pisau dengan Perum Bulog. Melalui kios tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok, seperti beras, gula, dan minyak goreng, dengan harga yang lebih terjangkau selama pelaksanaan Handep Hapakat Fair.

Electronic money exchangers listing

Langkah itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi.

Tak hanya berorientasi pada sektor ekonomi, Handep Hapakat Fair juga menjadi panggung pelestarian budaya. Sejak malam pembukaan hingga penutupan, masyarakat akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni dari sejumlah paguyuban, di antaranya Dayak, Jawa, Batak, Banjar, Bali, dan berbagai paguyuban lainnya.

Baca Juga :  Bupati Pulpis Terima 64 Mahasiswa KKN UM Palangkaraya

“Ini menjadi wujud nyata kebersamaan dalam menjaga keberagaman budaya yang menjadi kekayaan Kabupaten Pulang Pisau,” kata Ahmad Rifa’i.

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menjadikan Handep Hapakat Fair 2026 sebagai momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah sekaligus melestarikan budaya lokal.

Melalui ajang yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau itu, pemerintah mendorong penguatan UMKM dan mempererat kebersamaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, S.Kom., saat membuka Handep Hapakat Fair 2026, Minggu (5/7).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, penyelenggaraan Handep Hapakat Fair tahun ini mengusung tema “Sinergitas Melestarikan Budaya dan Penguatan UMKM” sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

“Handep Hapakat Fair merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus melestarikan budaya,” tegas Rifa’i.

Baca Juga :  Keberadaan UMKM Dalam Setiap Perhelatan Memberikan Dampak Positif Bagi Kemajuan Daerah

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan UMKM lokal maupun pelaku usaha dari luar daerah. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring usaha, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Salah satu inovasi pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya Kios TPID “Hakadohop”, hasil kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pulang Pisau dengan Perum Bulog. Melalui kios tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok, seperti beras, gula, dan minyak goreng, dengan harga yang lebih terjangkau selama pelaksanaan Handep Hapakat Fair.

Langkah itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi.

Tak hanya berorientasi pada sektor ekonomi, Handep Hapakat Fair juga menjadi panggung pelestarian budaya. Sejak malam pembukaan hingga penutupan, masyarakat akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni dari sejumlah paguyuban, di antaranya Dayak, Jawa, Batak, Banjar, Bali, dan berbagai paguyuban lainnya.

Baca Juga :  Bupati Pulpis Terima 64 Mahasiswa KKN UM Palangkaraya

“Ini menjadi wujud nyata kebersamaan dalam menjaga keberagaman budaya yang menjadi kekayaan Kabupaten Pulang Pisau,” kata Ahmad Rifa’i.

Terpopuler

Artikel Terbaru