Jangan Bakar Lahan, Karhutla Mengancam

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan prakiraan cuaca serta kondisi hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Lamandau dan sekitarnya, Kamis (30/7/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Nanga Bulik diprakirakan didominasi cuaca berawan pada malam hingga dini hari.

“Adapun rentang suhu udara berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius serta kelembapan udara mencapai 57 hingga 97 persen,” ujarnya.

Meski kondisi cuaca secara umum diperkirakan berawan, BPBD meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalteng.

Baca Juga :  Antisipasi El Nino 2026, Polres Lamandau Siaga Karhutla: Tak Ada Ampun Pembakar Hutan

Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Berdasarkan hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut dari BMKG, sejumlah wilayah di Kalteng mulai mengalami penurunan intensitas hujan.

“Selain potensi cuaca ekstrem singkat, kewaspadaan terhadap ancaman karhutla juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut BMKG, sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah mulai mengalami penurunan intensitas hujan. BPBD mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Electronic money exchangers listing

BPBD turut mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan segera melaporkan apabila terjadi bencana maupun ditemukan titik api kepada petugas terkait. (bib)

Baca Juga :  Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, Pembangunan Daerah Jangan Terjebak Rutinitas

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan prakiraan cuaca serta kondisi hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Lamandau dan sekitarnya, Kamis (30/7/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Nanga Bulik diprakirakan didominasi cuaca berawan pada malam hingga dini hari.

“Adapun rentang suhu udara berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius serta kelembapan udara mencapai 57 hingga 97 persen,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Meski kondisi cuaca secara umum diperkirakan berawan, BPBD meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalteng.

Baca Juga :  Antisipasi El Nino 2026, Polres Lamandau Siaga Karhutla: Tak Ada Ampun Pembakar Hutan

Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Berdasarkan hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut dari BMKG, sejumlah wilayah di Kalteng mulai mengalami penurunan intensitas hujan.

“Selain potensi cuaca ekstrem singkat, kewaspadaan terhadap ancaman karhutla juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut BMKG, sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah mulai mengalami penurunan intensitas hujan. BPBD mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

BPBD turut mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan segera melaporkan apabila terjadi bencana maupun ditemukan titik api kepada petugas terkait. (bib)

Baca Juga :  Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, Pembangunan Daerah Jangan Terjebak Rutinitas

Terpopuler

Artikel Terbaru