Karhutla di Lamandau Hanguskan 30 Hektare Lahan Gambut

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, sejak Kamis siang hingga malam (20/8/2026). Hingga pukul 22.00 WIB, api diperkirakan telah menghanguskan sekitar 30 hektare lahan gambut dan belum sepenuhnya padam.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan karhutla pada Kamis sore hingga malam. Ia didampingi Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto dan Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan untuk memimpin sekaligus memantau operasi pemadaman di lapangan.

Kebakaran tersebut membuat warga sekitar ikut memantau kondisi di lokasi. Mereka khawatir api semakin meluas karena tiupan angin dan kondisi lahan yang mudah terbakar.

Baca Juga :  Ombudsman RI Soroti Layanan Publik di Lamandau, Bupati Paparkan Capaian Daerah

Penanganan dilakukan secara intensif dengan mengerahkan puluhan personel tim gabungan. BPBD, Damkar, Polsek Bulik, Polres Lamandau, Kodim 1017/Lmd, hingga pihak perusahaan setempat bahu-membahu menembus kepungan asap untuk melokalisir titik api.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra meminta dukungan doa dari masyarakat agar proses pemadaman berjalan lancar dan api segera dapat diatasi.

“Kita sudah siaga penuh, semoga apinya cepat padam. Karena api tadi sempat mengelilingi gardu induk dan SUTET, Alhamdulillah saat ini titik tersebut sudah aman. Sekarang kita tinggal memaksimalkan penanganan pada api yang ada, semoga cepat terkendalikan,” ujar Rizky di lokasi.

Menurut Rizky, area vegetasi yang terbakar berada di kawasan tanah gambut yang cukup dalam dan sebelumnya sempat dimanfaatkan sebagai ladang warga. Kondisi tersebut membuat api berpotensi menjalar hingga ke bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pemkab Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Semoga api cepat padam dan tidak hidup lagi karena arealnya ini tanah gambut lumayan dalam. Mari kita jaga lingkungan kita bersama, jangan ada yang membakar lahan karena kondisi alam kita sedang El Nino saat ini. Kita akan tetap siaga penuh di lokasi sampai api benar-benar padam,” tegasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, sejak Kamis siang hingga malam (20/8/2026). Hingga pukul 22.00 WIB, api diperkirakan telah menghanguskan sekitar 30 hektare lahan gambut dan belum sepenuhnya padam.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan karhutla pada Kamis sore hingga malam. Ia didampingi Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto dan Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan untuk memimpin sekaligus memantau operasi pemadaman di lapangan.

Kebakaran tersebut membuat warga sekitar ikut memantau kondisi di lokasi. Mereka khawatir api semakin meluas karena tiupan angin dan kondisi lahan yang mudah terbakar.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Ombudsman RI Soroti Layanan Publik di Lamandau, Bupati Paparkan Capaian Daerah

Penanganan dilakukan secara intensif dengan mengerahkan puluhan personel tim gabungan. BPBD, Damkar, Polsek Bulik, Polres Lamandau, Kodim 1017/Lmd, hingga pihak perusahaan setempat bahu-membahu menembus kepungan asap untuk melokalisir titik api.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra meminta dukungan doa dari masyarakat agar proses pemadaman berjalan lancar dan api segera dapat diatasi.

“Kita sudah siaga penuh, semoga apinya cepat padam. Karena api tadi sempat mengelilingi gardu induk dan SUTET, Alhamdulillah saat ini titik tersebut sudah aman. Sekarang kita tinggal memaksimalkan penanganan pada api yang ada, semoga cepat terkendalikan,” ujar Rizky di lokasi.

Menurut Rizky, area vegetasi yang terbakar berada di kawasan tanah gambut yang cukup dalam dan sebelumnya sempat dimanfaatkan sebagai ladang warga. Kondisi tersebut membuat api berpotensi menjalar hingga ke bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Baca Juga :  Pemkab Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Semoga api cepat padam dan tidak hidup lagi karena arealnya ini tanah gambut lumayan dalam. Mari kita jaga lingkungan kita bersama, jangan ada yang membakar lahan karena kondisi alam kita sedang El Nino saat ini. Kita akan tetap siaga penuh di lokasi sampai api benar-benar padam,” tegasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru