Ratusan Warga Desa Bunut Ikuti Tradisi Menuba Adat, Berharap Hujan Segera Turun

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ratusan warga Desa Bunut memadati kawasan pinggiran sungai setempat untuk mengikuti ritual tradisi Menuba Adat pada Sabtu (5/9/2026).

Tradisi budaya tahunan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memanggil hujan di tengah musim kemarau, sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh warga desa.

Suasana kemeriahan dan kekeluargaan terpancar saat masyarakat dari berbagai kalangan usia berbondong-bondong turun ke aliran sungai untuk memeriahkan prosesi budaya tersebut. Tradisi kuno yang terus dilestarikan ini bukan sekadar ajang menangkap ikan bersama secara tradisional, tetapi juga sarat akan makna spiritual.

Ritual Menuba Adat diselenggarakan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. Melalui tradisi tersebut, warga berharap hujan segera turun untuk membasahi bumi Lamandau, sekaligus menjaga kelestarian adat budaya agar terus diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas kebudayaan lokal yang berharga.

Baca Juga :  Belum Dekati Lebaran, Antrean Emak-emak Padati Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Lamandau

Alvin, salah seorang warga Desa Bunut yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap pelaksanaan tradisi turun-temurun ini. Menurutnya, momen tersebut selalu dinanti-nantikan seluruh warga karena mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini.

“Acara ini sangat dinanti-nantikan warga karena selain menjaga warisan leluhur untuk memohon hujan dan keselamatan, momen ini juga bikin warga makin kompak. Rasa kebersamaannya terasa sekali saat kita sama-sama di sungai,” ujar Alvin di sela-sela kegiatan.

Prosesi diawali dengan ritual doa dan penyerahan bahan alami penuba oleh pemangku adat setempat sesuai dengan tata cara tradisi Dayak lokal. Setelah ritual sakral selesai dipanjatkan, warga mulai menyusuri sungai dengan suka cita untuk memanen ikan yang muncul ke permukaan tanpa merusak ekosistem jangka panjang sungai tersebut.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  BNK Lamandau Bentuk Tim Asesmen

Melalui penyelenggaraan Menuba Adat ini, masyarakat Desa Bunut berharap doa-doa yang dipanjatkan dapat diijabah sehingga hujan segera turun membasahi bumi Lamandau.

Selain itu, kelestarian adat budaya ini diharapkan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas kebudayaan lokal yang berharga. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ratusan warga Desa Bunut memadati kawasan pinggiran sungai setempat untuk mengikuti ritual tradisi Menuba Adat pada Sabtu (5/9/2026).

Tradisi budaya tahunan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memanggil hujan di tengah musim kemarau, sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh warga desa.

Suasana kemeriahan dan kekeluargaan terpancar saat masyarakat dari berbagai kalangan usia berbondong-bondong turun ke aliran sungai untuk memeriahkan prosesi budaya tersebut. Tradisi kuno yang terus dilestarikan ini bukan sekadar ajang menangkap ikan bersama secara tradisional, tetapi juga sarat akan makna spiritual.

Electronic money exchangers listing

Ritual Menuba Adat diselenggarakan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. Melalui tradisi tersebut, warga berharap hujan segera turun untuk membasahi bumi Lamandau, sekaligus menjaga kelestarian adat budaya agar terus diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas kebudayaan lokal yang berharga.

Baca Juga :  Belum Dekati Lebaran, Antrean Emak-emak Padati Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Lamandau

Alvin, salah seorang warga Desa Bunut yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap pelaksanaan tradisi turun-temurun ini. Menurutnya, momen tersebut selalu dinanti-nantikan seluruh warga karena mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini.

“Acara ini sangat dinanti-nantikan warga karena selain menjaga warisan leluhur untuk memohon hujan dan keselamatan, momen ini juga bikin warga makin kompak. Rasa kebersamaannya terasa sekali saat kita sama-sama di sungai,” ujar Alvin di sela-sela kegiatan.

Prosesi diawali dengan ritual doa dan penyerahan bahan alami penuba oleh pemangku adat setempat sesuai dengan tata cara tradisi Dayak lokal. Setelah ritual sakral selesai dipanjatkan, warga mulai menyusuri sungai dengan suka cita untuk memanen ikan yang muncul ke permukaan tanpa merusak ekosistem jangka panjang sungai tersebut.

Baca Juga :  BNK Lamandau Bentuk Tim Asesmen

Melalui penyelenggaraan Menuba Adat ini, masyarakat Desa Bunut berharap doa-doa yang dipanjatkan dapat diijabah sehingga hujan segera turun membasahi bumi Lamandau.

Selain itu, kelestarian adat budaya ini diharapkan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas kebudayaan lokal yang berharga. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru