Perkuat Budaya Inovasi! ASN Kotim Ditantang Hadirkan Layanan Publik Lebih Cepat dan Berkualitas

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan birokrasi sebagai langkah strategis. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Inovasi Pelayanan Publik yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Pelatihan yang digelar di Aula Anggrek Tewu Setda Kotim, Rabu (14/7) dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kotim, Rafiq Riswandi, yang mewakili Sekretaris Daerah Kotim.

Dalam sambutannya. Rafiq menegaskan. Bahwa inovasi telah menjadi kebutuhan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Menurutnya, birokrasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sekaligus menjawab harapan masyarakat yang menginginkan pelayanan publik lebih cepat, transparan, dan berkualitas.

“Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan. Meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan pemerintah mengharuskan setiap perangkat daerah tidak hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai terobosan yang memberikan solusi nyata.

Karena itu, seluruh OPD didorong terus melahirkan inovasi yang membuat pelayanan publik semakin efektif, efisien, mudah diakses, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Halikinnor : Proses Demokrasi Selesai, Kita Kembali Bersatu, Membangun Kotim Agar Semakin Maju

Rafiq menilai pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kotim dalam meningkatkan kapasitas ASN agar mampu menciptakan pelayanan yang lebih responsif, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan target pemerintah daerah untuk memperkuat reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik berbasis kinerja.

Ia menyebutkan, Kotim telah memiliki sejumlah capaian yang menjadi fondasi pengembangan inovasi, di antaranya Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,22 dengan kategori baik, nilai Reformasi Birokrasi 76,68 berpredikat BB, nilai SAKIP 65,49 berpredikat B, Indeks Pelayanan Publik 4,06, serta Indeks Inovasi Daerah 56,34 dengan predikat Inovatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim Cok Orda Putra Legawa, yang hadir sebagai narasumber menekankan bahwa budaya inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, transformasi digital perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan berbagai solusi kreatif yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Budaya inovasi harus menjadi bagian dari cara kerja seluruh perangkat daerah. Transformasi digital perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi kreatif sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan semakin berkualitas,” kata Cok Orda.

Baca Juga :  Cari Solusi! Bangunan Warga Menjorok ke Sungai, Normalisasi dengan Alat Berat Sulit Dilakukan

Ia menambahkan, inovasi tidak selalu identik dengan program berskala besar. Perbaikan proses kerja, optimalisasi teknologi informasi, hingga penyederhanaan prosedur pelayanan juga merupakan bentuk inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Cok Orda menegaskan, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada komitmen seluruh ASN untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap perkembangan zaman.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap setiap peserta mampu melahirkan gagasan inovatif yang tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di instansi masing-masing,” ucapnya.

Cok Orda juga mengatakan, Inovasi yang dihasilkan setiap perangkat daerah diharapkan mampu mempercepat transformasi digital, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Bersama kita membangun budaya inovasi, mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima untuk Kotawaringin Timur,” tutupnya.(bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan birokrasi sebagai langkah strategis. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Inovasi Pelayanan Publik yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Pelatihan yang digelar di Aula Anggrek Tewu Setda Kotim, Rabu (14/7) dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kotim, Rafiq Riswandi, yang mewakili Sekretaris Daerah Kotim.

Electronic money exchangers listing

Dalam sambutannya. Rafiq menegaskan. Bahwa inovasi telah menjadi kebutuhan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Menurutnya, birokrasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sekaligus menjawab harapan masyarakat yang menginginkan pelayanan publik lebih cepat, transparan, dan berkualitas.

“Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan. Meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan pemerintah mengharuskan setiap perangkat daerah tidak hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai terobosan yang memberikan solusi nyata.

Karena itu, seluruh OPD didorong terus melahirkan inovasi yang membuat pelayanan publik semakin efektif, efisien, mudah diakses, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Halikinnor : Proses Demokrasi Selesai, Kita Kembali Bersatu, Membangun Kotim Agar Semakin Maju

Rafiq menilai pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kotim dalam meningkatkan kapasitas ASN agar mampu menciptakan pelayanan yang lebih responsif, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan target pemerintah daerah untuk memperkuat reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik berbasis kinerja.

Ia menyebutkan, Kotim telah memiliki sejumlah capaian yang menjadi fondasi pengembangan inovasi, di antaranya Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,22 dengan kategori baik, nilai Reformasi Birokrasi 76,68 berpredikat BB, nilai SAKIP 65,49 berpredikat B, Indeks Pelayanan Publik 4,06, serta Indeks Inovasi Daerah 56,34 dengan predikat Inovatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim Cok Orda Putra Legawa, yang hadir sebagai narasumber menekankan bahwa budaya inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, transformasi digital perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan berbagai solusi kreatif yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Budaya inovasi harus menjadi bagian dari cara kerja seluruh perangkat daerah. Transformasi digital perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi kreatif sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan semakin berkualitas,” kata Cok Orda.

Baca Juga :  Cari Solusi! Bangunan Warga Menjorok ke Sungai, Normalisasi dengan Alat Berat Sulit Dilakukan

Ia menambahkan, inovasi tidak selalu identik dengan program berskala besar. Perbaikan proses kerja, optimalisasi teknologi informasi, hingga penyederhanaan prosedur pelayanan juga merupakan bentuk inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Cok Orda menegaskan, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada komitmen seluruh ASN untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap perkembangan zaman.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap setiap peserta mampu melahirkan gagasan inovatif yang tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di instansi masing-masing,” ucapnya.

Cok Orda juga mengatakan, Inovasi yang dihasilkan setiap perangkat daerah diharapkan mampu mempercepat transformasi digital, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Bersama kita membangun budaya inovasi, mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima untuk Kotawaringin Timur,” tutupnya.(bah/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru