PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, melalui pembukaan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kotawaringin Barat di Aula Sangga Banua, Rabu (15/7).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Kotawaringin Barat yang diwakili Wakil Bupati Kobar, Suyanto. Kegiatan edukasi ini diikuti sekitar 125 peserta yang berasal dari berbagai kalangan.
Mulai dari dosen perguruan tinggi, tenaga pendidik, mahasiswa dan pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat umum.
Ketua Umum Pengurus Daerah MES Kabupaten Kotawaringin Barat, H. Syahruddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMS merupakan hasil kolaborasi antara MES Kabupaten Kotawaringin Barat, MES Kalimantan Tengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah.
“Melalui Sekolah Pasar Modal Syariah ini, kami berharap masyarakat semakin memahami instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Literasi keuangan yang baik akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar H. Syahruddin.
Ia menjelaskan, pasar modal syariah menjadi salah satu alternatif investasi yang semakin diminati masyarakat seiring meningkatnya kesadaran terhadap penggunaan produk dan jasa yang sesuai dengan syariat Islam.
Karena itu, edukasi yang berkelanjutan menjadi hal penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara tepat.
Wakil Bupati Kobar, Suyanto. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bursa Efek Indonesia, OJK, dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, SPMS merupakan langkah nyata dan strategis dalam membangun masyarakat Kotawaringin Barat yang cerdas dan mandiri secara finansial.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bursa Efek Indonesia, OJK, serta seluruh pihak penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan edukatif ini. Ini adalah langkah nyata dan strategis dalam membangun masyarakat Kotawaringin Barat yang cerdas dan mandiri secara finansial,” kata Suyanto.
Ia menuturkan, di era modern yang berkembang sangat cepat, investasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih mapan. Namun demikian, peningkatan minat investasi harus dibarengi dengan penguatan literasi keuangan agar masyarakat mampu memilah instrumen investasi yang aman dan legal.
“Literasi keuangan yang kuat adalah benteng utama kita. Melalui edukasi seperti ini, masyarakat diajak untuk cerdas membedakan mana investasi yang benar-benar logis dan legal, serta terhindar dari jeratan investasi bodong maupun pinjaman online ilegal yang merugikan,” tegasnya.
Suyanto menjelaskan bahwa pasar modal syariah menawarkan beragam instrumen investasi, seperti saham syariah, reksa dana syariah, hingga sukuk yang diawasi secara ketat oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu ragu karena aktivitas investasi tersebut terbebas dari unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi).
“Berinvestasi tidak harus menunggu modal yang besar. Mulailah secara konsisten dari jumlah yang kecil dan terukur. Semoga melalui kegiatan ini lahir investor-investor baru yang mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Barat,” pungkasnya.(mmc/ind)


