SAMPIT, PROKALTENG.CO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Terus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah agar lebih produktif melalui program Aku Hatinya PKK.
Ketua TP PKK Kotim Khairiah Halikinnor. Meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di sejumlah desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rabu (12/8/2026). Kunjungan dilakukan untuk memastikan kegiatan Pokja III berjalan nyata dan memberi manfaat bagi keluarga.
“Hari ini kami berkunjung ke beberapa desa untuk memantau pelaksanaan, khususnya yang berkaitan dengan Pokja III, karena ini sangat penting bagi masyarakat desa dan sekitarnya,” kata Khairiah.
Aku Hatinya PKK merupakan singkatan dari Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman. Program ini diarahkan untuk mengubah halaman rumah menjadi ruang yang tidak hanya indah, tetapi juga mampu menghasilkan pangan bagi keluarga.
Lima desa yang menjadi sasaran kunjungan yakni Desa Eka Bahurui, Pelangsian, Bangkuang Makmur, Bapeang dan Bapanggang Raya.
Khairiah menegaskan, program tersebut tidak boleh berhenti sebatas kegiatan administratif atau seremonial. Pemanfaatan pekarangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Ia mendorong masyarakat menanam berbagai jenis sayuran, cabai, tanaman bumbu dapur dan komoditas pangan lainnya yang dapat dikonsumsi sendiri.
“Kalau bunga boleh tetap ada, tetapi kalau bisa harus ada juga tanaman sayuran, khususnya untuk konsumsi sendiri seperti cabai dan bumbu dapur, sehingga tidak semuanya harus dibeli,” ujarnya.
Menurut Khairiah, langkah sederhana tersebut dapat membantu keluarga menghemat pengeluaran sekaligus menjadi salah satu upaya menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dengan memproduksi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri, keluarga tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar. Selain mengurangi biaya belanja, pola tersebut juga dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
“Ini juga salah satu antisipasi ketika barang-barang di pasar naik harga, sehingga kita bisa mencegah atau terhindar dari dampak inflasi. Tujuannya memudahkan dan meringankan masyarakat,” tuturnya.
Dari hasil pemantauan, Khairiah menilai pelaksanaan Aku Hatinya PKK di sejumlah desa sudah berjalan cukup baik. Namun, ia mengingatkan agar tanaman yang telah dikembangkan tidak berhenti setelah ditanam, melainkan dirawat secara konsisten hingga memberikan hasil.
Selain tanaman pangan, TP PKK Kotim juga mendorong pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan kolam ikan. Kombinasi tanaman dan budidaya ikan diharapkan mampu memperluas sumber pangan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.
Khairiah juga meminta kader TP PKK di tingkat desa aktif mengajak masyarakat di lingkungan sekitar untuk menerapkan pola serupa.
“Kegiatan ini akan kami lakukan menyeluruh. Yang terdekat dulu kami kunjungi, kemudian secara bertahap kalau ada kunjungan ke daerah, kami sempatkan melihat kegiatan Pokja III,” pungkasnya.(bah/kpg)


