PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan santunan bagi keluarga korban kebakaran di kawasan Mendawai yang menewaskan dua balita serta menghanguskan sejumlah rumah dan sebuah barak pada Selasa (11/8/2026).
“Pertama, atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya kami turut berduka cita dan prihatin atas terjadinya kebakaran di kawasan Mendawai. Yang paling membuat kami berduka adalah adanya korban anak balita dalam kejadian ini,” ujar Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Kamis (13/8/2026).
Musibah kebakaran yang mengguncang warga tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota karena selain menyebabkan kerugian material, juga merenggut nyawa dua anak balita yang berada di lokasi saat api berkobar.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung turun melihat situasi di lapangan dan menggerakkan seluruh sumber daya yang ada. Alhamdulillah api bisa dilokalisasi sehingga tidak menyebar lebih luas lagi,” katanya.
Menurunya, sejak laporan kebakaran diterima, pemerintah kota bersama petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait bergerak cepat melakukan penanganan sehingga kobaran api berhasil dicegah meluas ke permukiman padat di sekitarnya.
“Bantuan yang sifatnya mendesak sudah diberikan. Selanjutnya kami menunggu arahan Wali Kota melalui dinas terkait untuk menyalurkan santunan kepada para korban,” tambahnya.
Selain menyiapkan santunan, Pemko Palangka Raya juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak kebakaran.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan listrik dan tidak meninggalkan aktivitas memasak saat api masih menyala. Dalam kondisi cuaca yang kering seperti sekarang, percikan api kecil sekalipun bisa dengan cepat memicu kebakaran,” tegasnya.
Di tengah meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca panas dan tingkat kelembapan yang menurun, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga.
“Yang terpenting saat kondisi cuaca kering seperti sekarang adalah tidak melakukan pembakaran apa pun yang berpotensi menimbulkan api. Kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk mencegah musibah serupa terulang kembali,” pungkasnya.
Zaini menambahkan, imbauan pencegahan kebakaran terus disampaikan secara berjenjang melalui perangkat daerah, camat, lurah, RT/RW, hingga tokoh masyarakat agar kesadaran warga terhadap bahaya kebakaran semakin meningkat dan kejadian serupa tidak kembali terjadi. (adr)


