SAMPIT, PROKALTENG.CO – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor memastikan kondisi kesehatan petugas dan relawan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Halikinnor saat meninjau Posko Karhutla BPBD Kotim, Selasa (1/9). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah instansi terkait.
Selain memantau aktivitas penanganan karhutla. Halikinnor secara khusus mengecek layanan kesehatan yang disiapkan di posko. Layanan tersebut diperuntukkan bagi petugas maupun relawan yang membutuhkan pemeriksaan selama menjalankan tugas di lapangan.
Bahkan, Halikinnor bersama rombongan turut menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk perhatian sekaligus memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di posko dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Kita ingin memastikan petugas dan relawan yang berada di lapangan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Mereka bekerja cukup berat dalam penanganan karhutla, sehingga kesehatan harus kita perhatikan,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. Petugas harus bekerja di tengah panas, asap dan medan yang tidak mudah, sehingga risiko gangguan kesehatan perlu diantisipasi sejak dini.
Karena itu, Halikinnor meminta dukungan terhadap petugas tidak hanya difokuskan pada penyediaan armada dan peralatan pemadaman, tetapi juga memastikan kebutuhan kesehatan mereka terpenuhi.
“Kesehatan dan keselamatan petugas adalah prioritas. Jangan sampai mereka yang bertugas memadamkan api justru mengalami gangguan kesehatan karena kelelahan atau paparan asap,” tegasnya.
Halikinnor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari BPBD, TNI, Polri, instansi pemerintah hingga relawan dan masyarakat.
Ia menilai kerja bersama lintas sektor menjadi kunci menghadapi ancaman karhutla yang masih membutuhkan kewaspadaan tinggi.
“Terima kasih kepada seluruh petugas, TNI, Polri, BPBD, instansi terkait dan para relawan yang terus bekerja di lapangan. Peran mereka sangat penting dalam melindungi masyarakat dan wilayah Kotim,” katanya.
Layanan kesehatan di Posko Karhutla BPBD Kotim juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Apotik Surabaya, BRI, Pudding, Toko Mas Abadi dan sejumlah pihak lainnya.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan dan masyarakat dalam mendukung operasi penanganan karhutla.
“Saya berharap sinergi tersebut terus dipertahankan selama penanganan karhutla berlangsung. Karena keberhasilan memadamkan api harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap personel yang berada di garis depan. Mari bersama kita tangani karhutla, dan jaga kotim bersama-sama,” pungkasnya.(bah/kpg)


