PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Tuberkulosis (TBC) Tahun 2025, di Mercure Hotel, Rabu (4/3).
Kegiatan ini bertujuan untuk menilai capaian program TBC sekaligus memperkuat langkah strategis menuju eliminasi TBC tahun 2030.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida), Direktur rumah sakit daerah dan swasta, Kepala Puskesmas, Pengelola Program TB se-Kobar, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Instalasi Farmasi, Klinik Lapas, Klinik Polres, serta sejumlah organisasi dan mitra seperti TP2TB, KOPI TB, TP PKK, KPA, dan FKKS. Secara keseluruhan kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta.
Plt Kepala Dinkes Kobar, Tengku Ali Syahbana. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat dari berbagai pihak untuk mempercepat upaya penanggulangan TBC.
“Komitmen global untuk eliminasi TBC pada tahun 2030 menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih terarah dan terintegrasi. Upaya penanggulangan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor, fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta, serta partisipasi aktif masyarakat,” terang Tengku Ali Syahbana.
Melalui rapat evaluasi ini, para peserta membahas berbagai indikator penting dalam pelaksanaan program TBC. Seperti capaian penemuan kasus, keberhasilan pengobatan pasien, pelaksanaan investigasi kontak, serta penguatan jejaring layanan kesehatan termasuk keterlibatan fasilitas kesehatan swasta dan laboratorium.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan serta merumuskan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program di tahun mendatang.
Tengku Ali Syahbana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, pengelola program, serta mitra yang selama ini telah bekerja keras dalam upaya penanggulangan TBC di Kobar.
Dedikasi mereka dalam menemukan kasus, memberikan pengobatan, serta mendampingi pasien hingga sembuh dinilai sangat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Ke depan, Dinkes Kobar berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola program, mengoptimalkan skrining pada kelompok berisiko, serta memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan program TBC.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini. Diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi yang konkret dan terukur guna memperkuat pelaksanaan program TBC di Kobar, sekaligus mendukung upaya bersama menuju eliminasi TBC pada tahun 2030.(mmc/ind)


