Ketika Output Tumbuh, Pekerjaan Belum Tentu Bertambah
Secara teori, investasi meningkatkan kapasitas produksi.
Produksi meningkat, permintaan tenaga kerja bertambah, pendapatan masyarakat naik, kemudian konsumsi meningkat.
Siklus tersebut seharusnya menghasilkan pertumbuhan yang inklusif.
Namun, pola ideal itu tidak selalu terjadi.
Pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung melalui sektor-sektor yang relatif padat modal.
Teknologi, otomatisasi, digitalisasi, dan peningkatan produktivitas memungkinkan perusahaan menghasilkan output lebih besar tanpa menambah pekerja dalam jumlah yang sebanding.
Akibatnya, pertumbuhan PDB dapat terlihat kuat, sementara penciptaan pekerjaan berjalan jauh lebih lambat.
Masalahnya menjadi lebih kompleks ketika pekerjaan baru yang tercipta sebagian besar berada di sektor informal atau pekerjaan dengan produktivitas dan pendapatan yang relatif rendah.
Data BPS menunjukkan bahwa pada Agustus 2025 terdapat sekitar 146,5 juta penduduk bekerja di Indonesia.
Sektor pertanian menyerap sekitar 41,2 juta orang, industri pengolahan sekitar 20,3 juta, dan perdagangan sekitar 27,5 juta.


