PROKALTENG.CO – Tahapan tabulasi penjaringan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU rampung, Senin (31/8/2026).
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi peraih suara terbanyak dalam tahapan penjaringan tersebut. Dari total 2.397 suara yang masuk, Gus Kikin mengantongi 472 suara.
Perolehan tersebut menempatkannya di posisi teratas sekaligus memenuhi syarat untuk diajukan kepada Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar guna mendapatkan pernyataan izin tertulis.
Selain Gus Kikin, sejumlah nama juga memperoleh suara tinggi. Namun, perolehan suara tidak serta-merta membuat mereka otomatis masuk sebagai calon Ketua Umum PBNU karena harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam tata tertib muktamar.
KH Zulfa Mustofa memperoleh 262 suara, sedangkan KH Abdussalam Shohib mengantongi 261 suara. Keduanya dinyatakan memenuhi syarat untuk diajukan kepada Rais Aam guna mendapatkan pernyataan izin tertulis.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf memperoleh 258 suara. Ia kemudian menyatakan kesediaannya untuk kembali dicalonkan.
Proses verifikasi kemudian dilakukan terhadap nama-nama dengan perolehan suara berikutnya.
KH Nusron Wahid yang memperoleh 207 suara dinyatakan belum memenuhi syarat karena masih menduduki jabatan politik.
Nusron pun menyampaikan terima kasih kepada peserta muktamar yang telah memberikan dukungan. Ia mengaku memahami bahwa dirinya saat ini masih berada di dunia politik.
“Terima kasih banyak pada semua. Yang mungkin iseng-iseng sedang lucu-lucuan, iseng-iseng menulis nama saya. Saya ucapkan semoga kelucuan tidak berlanjut,” ujar Nusron dilansir dari Radar Jombang (Jawa Pos Group).
PROKALTENG.CO – Tahapan tabulasi penjaringan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU rampung, Senin (31/8/2026).
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi peraih suara terbanyak dalam tahapan penjaringan tersebut. Dari total 2.397 suara yang masuk, Gus Kikin mengantongi 472 suara.
Perolehan tersebut menempatkannya di posisi teratas sekaligus memenuhi syarat untuk diajukan kepada Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar guna mendapatkan pernyataan izin tertulis.
Selain Gus Kikin, sejumlah nama juga memperoleh suara tinggi. Namun, perolehan suara tidak serta-merta membuat mereka otomatis masuk sebagai calon Ketua Umum PBNU karena harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam tata tertib muktamar.
KH Zulfa Mustofa memperoleh 262 suara, sedangkan KH Abdussalam Shohib mengantongi 261 suara. Keduanya dinyatakan memenuhi syarat untuk diajukan kepada Rais Aam guna mendapatkan pernyataan izin tertulis.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf memperoleh 258 suara. Ia kemudian menyatakan kesediaannya untuk kembali dicalonkan.
Proses verifikasi kemudian dilakukan terhadap nama-nama dengan perolehan suara berikutnya.
KH Nusron Wahid yang memperoleh 207 suara dinyatakan belum memenuhi syarat karena masih menduduki jabatan politik.
Nusron pun menyampaikan terima kasih kepada peserta muktamar yang telah memberikan dukungan. Ia mengaku memahami bahwa dirinya saat ini masih berada di dunia politik.
“Terima kasih banyak pada semua. Yang mungkin iseng-iseng sedang lucu-lucuan, iseng-iseng menulis nama saya. Saya ucapkan semoga kelucuan tidak berlanjut,” ujar Nusron dilansir dari Radar Jombang (Jawa Pos Group).