Dukungan terhadap program SMK Go Global juga datang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang berkomitmen mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kemitraan strategis bersama Kementerian P2MI dalam program SMK Go Global.
Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menyatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi hulu-hilir yang saling melengkapi untuk mentransformasi Pekerja Migran Indonesia menjadi tenaga kerja terampil dan berdaya saing.
“Kementerian Perindustrian berperan di sisi hulu untuk menyiapkan skill dan kompetensi teknis dari para pekerja serta memastikan tersedianya standar kualitas. Sementara itu, Kementerian P2MI berperan di sisi hilir membuka akses pasar kerja, menempatkan lulusan, dan memberikan payung perlindungan,” ujar Emmy.
Untuk mendukung penyiapan calon Pekerja Migran, Kemenperin mengoptimalkan peran tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yakni Jakarta, Medan, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.
Emmy Suryandari, mengatakan pembekalan calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dalam program SMK Go Global difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, serta penguatan etos kerja.
Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi ditujukan untuk memastikan keterampilan teknis CPMI sesuai dengan standar dan kebutuhan industri global, sementara sertifikasi kompetensi menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap kapasitas dan keterampilan yang dimiliki peserta.
Di sisi lain, penguatan etos kerja diarahkan untuk membentuk mentalitas, kedisiplinan, dan profesionalisme CPMI selama menjalankan tugas di luar negeri.
Emmy menegaskan kolaborasi antara Kemenperin dan Kementerian P2MI diharapkan dapat menciptakan job matching yang lebih efektif sekaligus meningkatkan nilai tawar dan daya saing Pekerha Migran di pasar kerja global.
Sinergi tersebut memperkuat mata rantai penyiapan tenaga kerja, dengan Kemenperin berperan pada sisi hulu melalui penguatan kompetensi, sementara Kementerian P2MI membuka akses pasar kerja sekaligus memastikan aspek penempatan, pemberdayaan dan pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia.


