Cegah TPPO dan Kejahatan Siber, KP2MI dan UNHAN RI Sinergi Lindungi Pekerja Migran

Dosen Pascasarjana UNHAN RI Dina Hidayana mengatakan isu pelindungan Pekerja Migran memiliki dimensi yang luas sehingga membutuhkan pendekatan lintas sektor. Selain aspek ketenagakerjaan, persoalan tersebut berkaitan dengan keamanan manusia, hukum, sosial, hingga dinamika hubungan antarnegara.

Menurut dia, perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui penelitian dan kajian strategis untuk memetakan berbagai potensi kerawanan yang dihadapi PMI, mulai dari proses perekrutan hingga kepulangan ke Indonesia.

Dina menilai kolaborasi dengan KP2MI menjadi ruang penting untuk mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan kebijakan pemerintah.

Kajian yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan masukan dalam memperkuat sistem pencegahan TPPO, penyelundupan manusia, perekrutan nonprosedural, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang dapat mengancam Pekerja Migran.

Baca Juga :  Diduga Berikan 'Surat Sakti' Untuk Buronan Korupsi, Kapolri Copot Brig

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi masyarakat mengenai migrasi aman. Pemahaman terhadap prosedur penempatan, hak dan kewajiban Pekerja Migran serta potensi modus perekrutan ilegal dinilai menjadi bagian penting dari upaya pencegahan sejak dari hulu.

Melalui sinergi KP2MI dan UNHAN, kajian mengenai pelindungan Pekerja Migran diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan ketenagakerjaan, tetapi juga memperkuat pendekatan keamanan dalam menghadapi berbagai ancaman yang mengikuti mobilitas pekerja Indonesia di luar negeri.(tim)

Dosen Pascasarjana UNHAN RI Dina Hidayana mengatakan isu pelindungan Pekerja Migran memiliki dimensi yang luas sehingga membutuhkan pendekatan lintas sektor. Selain aspek ketenagakerjaan, persoalan tersebut berkaitan dengan keamanan manusia, hukum, sosial, hingga dinamika hubungan antarnegara.

Menurut dia, perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui penelitian dan kajian strategis untuk memetakan berbagai potensi kerawanan yang dihadapi PMI, mulai dari proses perekrutan hingga kepulangan ke Indonesia.

Dina menilai kolaborasi dengan KP2MI menjadi ruang penting untuk mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan kebijakan pemerintah.

Electronic money exchangers listing

Kajian yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan masukan dalam memperkuat sistem pencegahan TPPO, penyelundupan manusia, perekrutan nonprosedural, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang dapat mengancam Pekerja Migran.

Baca Juga :  Diduga Berikan 'Surat Sakti' Untuk Buronan Korupsi, Kapolri Copot Brig

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi masyarakat mengenai migrasi aman. Pemahaman terhadap prosedur penempatan, hak dan kewajiban Pekerja Migran serta potensi modus perekrutan ilegal dinilai menjadi bagian penting dari upaya pencegahan sejak dari hulu.

Melalui sinergi KP2MI dan UNHAN, kajian mengenai pelindungan Pekerja Migran diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan ketenagakerjaan, tetapi juga memperkuat pendekatan keamanan dalam menghadapi berbagai ancaman yang mengikuti mobilitas pekerja Indonesia di luar negeri.(tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru