PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggeser pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Jakarta ke Pangkalan Bun untuk mempercepat upaya mendatangkan hujan di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut diambil setelah kegiatan Kunjungan Menteri Kehutanan RI dan Kepala BNPB ke Pusdalops BPBD Kalteng untuk monitor satgas darat pada Selasa (22/9/2026).
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, rendahnya jarak pandang akibat kabut asap membuat sejumlah operasi udara, termasuk OMC dan water bombing, belum dapat berjalan optimal dari Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
“Karena di Tjilik Riwut ini pesawat tidak bisa keluar masuk, jadi kita geser pesawat operasi modifikasi cuaca dari Jakarta langsung ke Pangkalan Bun. Nanti siang sudah masuk Pangkalan Bun, mudah-mudahan sore atau malam ini sudah ada operasi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan di Provinsi Kalteng,” katanya saat memberikan keterangan di Pusdalops BPBD Kalteng.
Selain memindahkan pesawat dari Jakarta, BNPB juga memperbantukan pesawat OMC yang sebelumnya bertugas di Kalimantan Selatan untuk mendukung upaya mendatangkan hujan di Kalteng.
“Yang kedua, OMC di Kalimantan Selatan akan diperbantukan dulu untuk mendatangkan hujan di Kalteng. Paling tidak ada dua pesawat yang mulai nanti sore dan malam akan operasi mencari hujan untuk Provinsi Kalteng,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, kondisi cuaca dan kabut asap yang pekat menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla saat ini.
Selama sepekan terakhir, helikopter water bombing maupun pesawat OMC yang berada di Palangka Raya tidak dapat beroperasi maksimal karena visibilitas rendah.
Akibatnya, upaya pemadaman lebih banyak bertumpu pada satuan tugas darat yang bekerja di sejumlah titik kebakaran.
Meski demikian, dia menilai kinerja Satgas Darat cukup efektif dalam menekan luas kebakaran.


