Atasi Bencana Karhutla Kalteng, BNPB Kerahkan 7 Armada Udara

PROKALTENG.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tujuh armada udara yang terdiri dari pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pengerahan armada udara yang ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Palangka Raya, Sampit, hingga Pangkalan Bun tersebut ditujukan guna memperkuat pemadaman darat di tengah pekatnya sebaran kabut asap.

Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, armada udara tersebut terdiri atas pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan helikopter water bombing yang ditempatkan di sejumlah wilayah strategis guna mempercepat pengendalian karhutla.

“Di sini ada tujuh pesawat. Yang empat ada di Palangka Raya, belum bisa terbang. Satu masuk Sampit, satu masuk Pangkalan Bun, kemudian satu lagi ke Pulang Pisau dibantu dari Kalimantan Selatan,” katanya saat kunjungan bersama Menteri Kehutanan ke Pusdalops BPBD Kalteng, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga :  Begini Pesan Pakar dan Penyintas soal Dampak Covid-19

Menurut Suharyanto, armada yang berada di Palangka Raya sementara belum dapat beroperasi akibat rendahnya jarak pandang yang disebabkan kabut asap pekat. Kondisi tersebut juga berdampak pada terganggunya aktivitas penerbangan komersial di Bandara Tjilik Riwut.

Akibat keterbatasan operasi udara tersebut, upaya pemadaman karhutla saat ini lebih banyak bertumpu pada satuan tugas darat yang terus melakukan penanganan di berbagai titik kebakaran.

Meski demikian, BNPB terus mengoptimalkan armada udara yang masih dapat beroperasi dari wilayah lain.

Electronic money exchangers listing

Salah satunya dengan menempatkan pesawat dan helikopter di Pangkalan Bun serta Sampit yang kondisi cuacanya dinilai lebih memungkinkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla.

Selain itu, satu armada udara dari Kalimantan Selatan juga diperbantukan untuk membantu operasi pemadaman di wilayah Pulang Pisau dan sekitarnya.

Baca Juga :  Hebat! Desa Negara Ratu Sukses Tangani Covid-19, Cuma 1 Pasien Isoman

Suharyanto mengungkapkan, satu unit helikopter Kamov yang sebelumnya dijadwalkan tiba pada pertengahan September juga telah berada di Kalimantan Tengah dan mulai menjalankan operasi pemadaman.

PROKALTENG.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tujuh armada udara yang terdiri dari pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pengerahan armada udara yang ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Palangka Raya, Sampit, hingga Pangkalan Bun tersebut ditujukan guna memperkuat pemadaman darat di tengah pekatnya sebaran kabut asap.

Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, armada udara tersebut terdiri atas pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan helikopter water bombing yang ditempatkan di sejumlah wilayah strategis guna mempercepat pengendalian karhutla.

Electronic money exchangers listing

“Di sini ada tujuh pesawat. Yang empat ada di Palangka Raya, belum bisa terbang. Satu masuk Sampit, satu masuk Pangkalan Bun, kemudian satu lagi ke Pulang Pisau dibantu dari Kalimantan Selatan,” katanya saat kunjungan bersama Menteri Kehutanan ke Pusdalops BPBD Kalteng, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga :  Begini Pesan Pakar dan Penyintas soal Dampak Covid-19

Menurut Suharyanto, armada yang berada di Palangka Raya sementara belum dapat beroperasi akibat rendahnya jarak pandang yang disebabkan kabut asap pekat. Kondisi tersebut juga berdampak pada terganggunya aktivitas penerbangan komersial di Bandara Tjilik Riwut.

Akibat keterbatasan operasi udara tersebut, upaya pemadaman karhutla saat ini lebih banyak bertumpu pada satuan tugas darat yang terus melakukan penanganan di berbagai titik kebakaran.

Meski demikian, BNPB terus mengoptimalkan armada udara yang masih dapat beroperasi dari wilayah lain.

Salah satunya dengan menempatkan pesawat dan helikopter di Pangkalan Bun serta Sampit yang kondisi cuacanya dinilai lebih memungkinkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla.

Selain itu, satu armada udara dari Kalimantan Selatan juga diperbantukan untuk membantu operasi pemadaman di wilayah Pulang Pisau dan sekitarnya.

Baca Juga :  Hebat! Desa Negara Ratu Sukses Tangani Covid-19, Cuma 1 Pasien Isoman

Suharyanto mengungkapkan, satu unit helikopter Kamov yang sebelumnya dijadwalkan tiba pada pertengahan September juga telah berada di Kalimantan Tengah dan mulai menjalankan operasi pemadaman.

Terpopuler

Artikel Terbaru